Sambut Evaluator UNESCO, Bupati Sijunjung Optimis Geopark Silokek Mendunia

cMczone.com, Sijunjung – Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menyambut kedatangan tim evaluator Aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) di Rumah Dinas Bupati Sijunjung, Senin (17/8/2026).

Dua evaluator UNESCO yang hadir dalam agenda tersebut yakni Prof. Jeon Yong Mun dari Korea Selatan dan Nicolas Klee dari Prancis. Kunjungan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi Geopark Ranah Minang Silokek menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

Dalam sambutannya, Bupati Benny menyampaikan apresiasi atas kedatangan tim evaluator sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sijunjung dalam mengembangkan Geopark Ranah Minang Silokek secara berkelanjutan.

Welcome to Sijunjung. Ini merupakan proses panjang. Sejak 2018, Geopark sudah kami jadikan salah satu tema pembangunan dalam RPJMD Kabupaten Sijunjung,” ujar Benny.

Baca Juga :   Setelah Dikarantina/Isolasi Selama 14 Hari, Ini Pesan Kapolsek Geragai

Menurutnya, komitmen terhadap Geopark tidak hanya sebatas mengejar status atau pengakuan, tetapi bagaimana warisan geologi, biologi dan budaya yang dimiliki Sijunjung dapat dijaga serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Benny mengatakan, keberadaan Geopark Nasional Ranah Minang Silokek juga telah membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk mendapatkan dukungan pembangunan dari pemerintah pusat, khususnya dalam pengembangan infrastruktur dan sektor pendukung lainnya.

“Begitu Geopark Ranah Silokek menjadi Geopark Nasional, bantuan pemerintah pusat untuk infrastruktur juga semakin banyak. Ini menunjukkan bahwa Geopark memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkab Sijunjung juga terus memperkuat edukasi Geopark melalui program “Geopark Go to School, School to Geopark”. Sejumlah geosite utama dijadikan sebagai laboratorium alam bagi para pelajar untuk mengenal langsung kekayaan alam dan budaya daerah.

Baca Juga :   Polda Lampung Tangkap Dua Kurir Penyeludupan 5 Kg Sabu Dari Riau Ke Lampung

Selain kekayaan geologi dan alam, Benny menilai kekuatan Geopark Ranah Minang Silokek juga terletak pada keragaman budaya masyarakat Sijunjung.

Ia mencontohkan Tobo Kongsi, sebuah kearifan lokal masyarakat yang merupakan lembaga keuangan berbasis kebersamaan tanpa badan hukum. Sistem tersebut memiliki mekanisme pertanggungjawaban dan sanksi sosial yang telah berlangsung secara turun-temurun.

“Tobo Kongsi ini merupakan salah satu nilai budaya yang hampir hilang. Ini ada di Perkampungan Adat Nagari Sijunjung dan menjadi bagian dari geosite budaya,” jelasnya.

Benny juga menyampaikan bahwa Tobo Kongsi menjadi salah satu objek kajian dalam program doktoralnya, khususnya terkait peran masyarakat dalam pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

Ia berharap proses evaluasi UNESCO dapat memberikan masukan terhadap berbagai kekurangan yang masih dimiliki Geopark Ranah Minang Silokek.

Baca Juga :   DPP PPP Rekomendasikan Mahyeldi-Audy untuk Pilgub Sumbar

“Kami menyadari masih jauh dari kesempurnaan. Karena itu, kami berharap tim evaluator bisa melihat kekurangan-kekurangan yang harus kami penuhi sehingga ke depan dapat kami perbaiki,” ungkapnya.

Benny berharap seluruh rangkaian evaluasi dapat berjalan lancar dan menghasilkan rekomendasi positif bagi Geopark Ranah Minang Silokek.

“Mudah-mudahan evaluasi ini memberikan dukungan dan masukan bagi kami. Harapannya, Geopark Ranah Minang Silokek dapat berubah status menjadi UNESCO Global Geopark,” pungkasnya.(dicko)