cMczone.com, Padang – Bupati Sijunjung, Dr. Benny Dwifa Yuswir, S.STP., M.Si., resmi menyandang gelar doktor setelah menyelesaikan Program Doktor Kajian Lingkungan dan Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Padang (UNP).
Gelar tersebut diraih Benny Dwifa setelah mengikuti Wisuda Periode ke-145 Program Doktor, Magister, Sarjana, Sarjana Terapan dan Diploma Tahun 2026 yang digelar di Auditorium UNP, Senin (28/9/2026).
Dalam prosesi tersebut, Benny didampingi istrinya, Nedia Fitri Benny Dwifa, kedua orang tuanya, H. Yuswir Arifin dan Hj. Endra Yuswir Arifin, serta mertuanya, H. Guspardi Gaus dan Hj. Nurhusni.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sijunjung, Dr. Defri Antoni, S.E., M.M., juga resmi menyandang gelar doktor dari UNP.
Dalam pesan dan kesannya sebagai perwakilan alumni UNP, Benny Dwifa mengatakan pendidikan doktoral yang ditempuhnya bukan semata untuk memperoleh gelar akademik, tetapi sebagai upaya meningkatkan kapasitas diri dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.
“Pendidikan S3 ini bukanlah tentang gelar atau status akademis semata. Ini adalah ikhtiar kami untuk meningkatkan kualitas diri, melatih kerangka berpikir yang lebih terstruktur, ilmiah dan bijaksana,” ujar Benny.
Dalam disertasinya, Benny mengangkat tema “Tobo Konsi sebagai Modal Sosial dalam Pengembangan Pariwisata Berbasis Komunitas di Perkampungan Adat Sijunjung.” Menurutnya, nilai gotong royong, kepedulian, solidaritas dan tanggung jawab bersama yang terkandung dalam Tobo Konsi dapat menjadi kekuatan sosial dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.
Ia menilai pembangunan pariwisata berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah maupun investor. Masyarakat lokal, kata Benny, harus ditempatkan sebagai bagian utama yang terlibat, memiliki peran dan memperoleh manfaat dari pembangunan tersebut.
“Riset ini makin menegaskan keyakinan kami bahwa kekuatan terbesar sebuah daerah tidak terletak pada megahnya infrastruktur fisik semata, melainkan pada kebersamaan dan modal sosial masyarakatnya,” katanya.
Benny juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran UNP di Kabupaten Sijunjung melalui pengembangan perguruan tinggi, sekaligus menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk memperkuat kolaborasi dengan UNP dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendukung pembangunan daerah.
Menutup pesannya, Benny mengajak seluruh wisudawan untuk tidak berhenti belajar. Menurutnya, ilmu yang diperoleh melalui pendidikan harus diwujudkan dalam karya dan manfaat nyata bagi masyarakat. “Wisuda ini bukanlah titik akhir, melainkan garis start baru untuk bekerja lebih keras, berpikir lebih bijak dan melayani masyarakat dengan standar yang lebih tinggi,” tutur Benny.
Sebelumnya, Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D dalam pidatonya mengingatkan kepada lulusan untuk tidak berhenti pada raihan gelar ini, namun terus belajar, memimpin masa depan inovator yang membumi, dan penggerak perubahan yang tidak tercerabut dari nilai-nilai kemanusiaan.
“Kami berharap dimanapun saudara berada, orang akan melihat bahwa lulusan UNP adalah lulusan yang cerdas pikirannya, baik budi pekertinya, tangguh langkahnya, dan luas manfaatnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Rektor mengatakan angka ini bukan sekadar jumlah administratif. Di balik angka ini ada 2.629 perjalanan. Ada 2.629 ikhtiar.
“Ada 2.629 cerita tentang jatuh dan bangkit, tentang ragu dan yakin, tentang sempit yang ditembus dengan sabar, tentang lelah yang dipikul dengan doa,” tukasnya.(Dicko)







