Tinjau Hasil Revitalisasi SMPN 7 Sijunjung, Bupati Benny Dwifa : Ciptakan Lingkungan Pendidikan yang Aman, Nyaman, dan Layak bagi Peserta Didik

cMczone.com, Sijunjung – SMP Negeri 7 Sijunjung kini memiliki fasilitas pendidikan yang lebih memadai setelah mendapat bantuan revitalisasi senilai Rp2,6 miliar dari pemerintah pusat. Selain memperbaiki delapan ruang kelas dan membangun satu ruang kelas baru, program tersebut juga menghadirkan laboratorium IPA serta tambahan toilet, termasuk fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Peresmian hasil revitalisasi itu ditandai dengan kegiatan Open House Revitalisasi yang dihadiri Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, Kamis (15/10/2026).

Bupati Benny Dwifa mengatakan, revitalisasi tersebut merupakan langkah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik. Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat menunjang proses belajar mengajar sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sijunjung.

“Ini baru awal. Ke depan, kita akan terus memperjuangkan dan memaksimalkan berbagai fasilitas infrastruktur pendidikan lainnya dengan dukungan DPRD, pemerintah provinsi, serta Kementerian Pendidikan. Tujuan kita jelas, agar anak-anak kita bisa belajar dengan tenang, maksimal, dan tanpa gangguan,” kata Benny.

Baca Juga :   Absensi Dipalsukan, Ada Apa Dengan Kepsek SDN27/X Nipah Panjang?

Menurutnya, pembangunan sektor pendidikan tidak cukup hanya dengan menyediakan gedung dan fasilitas fisik. Kesiapan siswa menghadapi perkembangan teknologi dan persaingan global juga perlu menjadi perhatian.

Karena itu, Benny mendorong SMPN 7 Sijunjung untuk mengembangkan kelas teknologi informasi (IT) atau digital serta membuka kelas bahasa Inggris. Langkah tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan generasi muda, terutama dalam menyambut peluang pengembangan Geopark Silokek menuju pengakuan UNESCO Global Geopark yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara.

“Anak-anak Sijunjung tidak hanya harus unggul secara akademis, tetapi juga harus betul-betul siap bersaing dengan anak-anak dari seluruh dunia. Dengan penguasaan teknologi dan bahasa asing, kita cetak generasi luar biasa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Benny menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas dukungan melalui Program Revitalisasi Sekolah Tahun Anggaran 2025.

Ia berharap seluruh fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan secara optimal dan dirawat bersama oleh pihak sekolah, guru, siswa, serta seluruh warga sekolah.

Baca Juga :   Amankan Pelaku Tawuran, Anggota Samsat Polda Metro Jaya Tewas Dihujani Peluru

“Dengan adanya revitalisasi ini, anak-anak kita dapat belajar dengan aman dan nyaman. Harapannya, sekolah ini sama-sama kita jaga,” tuturnya.

Sementara, Kepala SMPN 7 Sijunjung, Carly Marlington, menjelaskan bahwa sebelum revitalisasi, sekolah tersebut memiliki 23 rombongan belajar dengan total 770 siswa. Saat itu, sekolah memiliki 18 unit toilet dan masih membutuhkan laboratorium IPA untuk mendukung kegiatan pembelajaran.

“Melalui program revitalisasi, sebanyak delapan ruang kelas diperbaiki dan satu ruang kelas baru dibangun. Sekolah juga memperoleh tambahan empat unit toilet, termasuk toilet yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas, serta satu laboratorium IPA baru,” tuturnya.

Setelah revitalisasi, jumlah siswa tercatat meningkat menjadi 777 orang.

Carly mengaku bangga atas dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas pendidikan di sekolah yang dipimpinnya.

Meski demikian, Ia berharap perhatian terhadap sarana pendidikan di SMPN 7 Sijunjung dapat terus berlanjut, sehingga kebutuhan fasilitas lainnya juga dapat dipenuhi secara bertahap.

Baca Juga :   Asisten Perekonomian Kampar Hadiri Sertijab Kepala BI Riau.

Harapan serupa disampaikan perwakilan komite sekolah dan wali murid, Ovi. Ia mengapresiasi program revitalisasi yang dinilai membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi para siswa.

Namun, Ovi juga berharap pemerintah kembali memberikan perhatian terhadap sejumlah fasilitas yang masih membutuhkan penanganan, di antaranya ruang serbaguna yang mengalami kerusakan berat, lapangan olahraga, pagar sekolah, dan perpustakaan.

Menurutnya, perbaikan fasilitas tersebut diperlukan agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung lebih optimal.

Kegiatan Open House Revitalisasi turut dihadiri anggota DPRD Sijunjung, Nofriadi Zulka, perwakilan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sumatera Barat, Radius, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung, Usman Gumanti, Wali Nagari Muaro, Hafizun, majelis guru, serta para siswa.

Acara diawali dengan penampilan tari gelombang oleh tim kesenian sekolah, dilanjutkan pemaparan profil revitalisasi oleh Kepala Sekolah Carly Marlington dan peninjauan langsung terhadap ruang belajar yang telah diperbaiki.(Dicko)