Bupati Benny Dwifa Hadiri Bakaua Adat Palangki, Dorong Pelestarian Budaya dan Kebersamaan Masyarakat

cMczone.com, Sijunjung – Tradisi Bakaua Adat yang menjadi warisan budaya turun-temurun kembali digelar masyarakat Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, Minggu (28/6/2026).

Kegiatan yang menandai dimulainya musim bersawah sekaligus ungkapan syukur atas hasil panen sebelumnya itu dihadiri langsung oleh Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir Sutan Gumilang.

Dalam sambutannya, Bupati Benny Dwifa memberikan apresiasi kepada masyarakat Nagari Palangki yang terus menjaga dan melestarikan adat serta kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang tetap mempertahankan budaya dan kearifan lokal sebagai identitas daerah kita,” ujarnya.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi Bakaua Adat menjadi bukti kuat bahwa nilai-nilai adat dan budaya masih hidup serta diwariskan kepada generasi muda.

Baca Juga :   Kementrian Tenaga Kerja Bantu Kepri Bangun BLK, Tahap I Rp 29 M

Ia berharap kekayaan budaya yang dimiliki Nagari Palangki semakin dikenal luas dan tetap lestari di masa mendatang.

Selain itu, Bupati turut mengajak masyarakat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana.

Ia juga mengimbau seluruh pemerintah nagari dan masyarakat agar mendukung program-program pembangunan yang dijalankan pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah.

“Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan. Mari bersama-sama mengawal setiap program agar memberikan manfaat nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sijunjung,” tegasnya.

Sementara Wali Nagari Palangki, Jasman menjelaskan tradisi Bakaua Adat ini rutin dilaksanakan masyarakat Nagari Palangki setiap tahun.

“Ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, hasil pertanian, dan berbagai hasil bumi lainnya yang menjadi sumber kehidupan masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :   Dihadiri CAWAGUB AUDY JOINALDY Relawan CAP M4U dan MU4MA Dideklarasikan

Lebih dari sekadar tradisi, Bakaua Adat juga menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antarwarga, kaum, suku, niniak mamak, dan bundo kanduang. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang kebersamaan antara masyarakat dengan pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.

“Melalui Bakaua Adat, kita tidak hanya bersyukur, tetapi juga memohon keselamatan serta perlindungan dari berbagai bala dan bencana,” tukasnya.

Hadir kesempatan itu, Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi, Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Daswanto, Anggota DPRD Sijunjung, Nangkodo, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Syaiful Bahri, Kepala OPD terkait, Ketua Baznas, Ketua MUI, Camat IV Nagari, Forkopimcam serta Ninik Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang dan generasi muda.(Dicko)