cMczone.com, Sijunjung – Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir mengukuhkan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Sijunjung periode 2026-2030 di Gedung Pancasila Muaro, Jumat (14/8/2026).
Pengukuhan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Sijunjung Nomor 188.45/215/KPTS-BPT-2026 tentang Penetapan Pengurus LPTQ Kabupaten Sijunjung periode 2026-2030.
Dalam kepengurusan tersebut, Wakil Bupati Sijunjung H. Iraddatillah dipercaya sebagai Ketua Umum LPTQ Kabupaten Sijunjung.
Sedangkan, Wakil Ketua Umum I, Sekretaris Daerah Kabupaten Sijunjung, Wakil Ketua Umum II, Kepala Kemenag Sijunjung, Wakil Ketua Umum III, Asisten Pemerintahan dan Kesra, dan Ketua Harian H. Asrizal, MA.
Berikut; Ketua I Hidayatullah, Lc,MA, Ketua II Hendri Nurka, S.Sos, M.Si, Ketua III Syukri Rahmad, Lc, MH, Ketua IV, Meri Muliadi, S.Pd. Kemudian, Sekretaris Umum Yoni Hendra, MA, Wakil Sekretaris I Amrizal, S.Ag, MM, Wakil Sekretaris II Andrizal dan Bendahara Indra Yeni, SH.
Dalam arahannya, Bupati Benny menegaskan bahwa keberadaan LPTQ tidak boleh hanya dipandang sebagai organisasi yang bergerak dalam kegiatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) atau kegiatan seremonial semata.
Menurutnya, LPTQ harus menjadi wadah strategis untuk mendorong program nyata dalam membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Kita ingin LPTQ bukan sekadar organisasi yang berjalan seadanya dan sekadarnya. Tugas kita bukan hanya identik dengan MTQ atau kegiatan seremonial, tetapi bagaimana Al-Qur’an betul-betul dibaca, dipahami dan dibumikan di Kabupaten Sijunjung,” ujar Benny.
Bupati juga mendorong adanya kolaborasi antara LPTQ, Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forkopimda serta Pemerintah Daerah untuk menyusun program-program strategis yang mampu meningkatkan pembinaan keagamaan di seluruh wilayah Sijunjung.
Ia mengakui, hasil pelaksanaan MTQ tingkat provinsi sebelumnya menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi Kabupaten Sijunjung. Kondisi tersebut, kata Benny, tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah, melainkan harus dijadikan motivasi untuk melakukan pembinaan secara lebih serius dan terarah.
“Memang ini menjadi pelajaran bagi kita. Tetapi kegagalan jangan dijadikan momok. Justru harus menjadi motivasi untuk bangkit dan mempersiapkan diri jauh lebih baik,” tegasnya.
Benny meyakini Kabupaten Sijunjung memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Mulai dari para pembina di setiap kecamatan, guru-guru TPQ dan TPA hingga para pembina yang berada di luar daerah.
Menurutnya, potensi tersebut harus dikelola secara bersama-sama dan dipersiapkan sejak dini, terutama menghadapi pelaksanaan MTQ tingkat Kabupaten Sijunjung yang direncanakan pada Oktober mendatang.
“Jangan sampai alasan tidak ada anggaran menjadi penghambat. Untuk program yang berkaitan dengan kebaikan dan pembinaan generasi, kita harus mencari jalan keluarnya bersama,” katanya.
Bupati juga menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang intensif antara pemerintah daerah dan pengurus LPTQ. Ia berharap seluruh pengurus dapat bekerja dengan penuh semangat serta menghadirkan terobosan dalam pembinaan generasi Qur’ani.
Lebih jauh, Benny mengatakan pemerintah daerah tetap berkomitmen menjadikan pembinaan Al-Qur’an sebagai salah satu program strategis dalam menyiapkan generasi penerus Sijunjung.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur saja tidak cukup untuk mempersiapkan masa depan generasi muda. Pembangunan sumber daya manusia, termasuk pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan, harus dilakukan secara bersamaan.
“Bagaimana anak-anak kita bisa melanjutkan cita-cita dan mempersiapkan masa depannya tentu harus dimulai dari hari ini. LPTQ yang dikukuhkan hari ini diharapkan dapat berkolaborasi menyiapkan generasi penerus Kabupaten Sijunjung,” ungkapnya.
Benny juga berharap kondisi fiskal daerah ke depan dapat lebih baik sehingga berbagai program prioritas, termasuk pembinaan keagamaan, dapat berjalan secara optimal.
Di akhir arahannya, Bupati Benny mengucapkan selamat bertugas kepada seluruh pengurus LPTQ Kabupaten Sijunjung periode 2026-2030.
Ia mengajak seluruh pengurus membangun komunikasi yang terbuka dan intensif dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan.
“Tidak ada jarak antara kita. Mari kita jadikan komunikasi yang intens sebagai wujud tujuan bersama untuk membawa perubahan yang lebih baik. Saya yakin dengan semangat Bapak dan Ibu semua, upaya membumikan Al-Qur’an di Sijunjung dapat kita maksimalkan,” pungkasnya.(dicko)








