oleh

Hebohkan Warga, Seorang Penghuni Panti Jompo Dibiarkan Makan Kecoa

Pekanbaru – Lagi-lagi masyarakat dihebohkan dengan Panti Asuhan Tunas Bangsa, yang ternyata tidak hanya panti untuk anak-anak saja, namun juga ada panti penampungan khusus jompo dan gangguan jiwa.

Panti untuk jompo dan gangguan jiwa di kelola Yayasan Tunas Bangsa milik Lili ini juga ada di jalan Cendrawasih, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau yang ternyata cukup meprihatinkan.

Pekanbaru – Panti khusus jompo dan gangguan jiwa jauh dari kata layak. Bahkan, salah seorang penghuni panti kondisinya jauh dari kata sehat.

Karena tidak diperhatikan pengurus panti, salah seorang penghuni panti yang dikurung layaknya seorang narapidana, tak diberi makan, hingga akhirnya penghuni panti tersebut memakan serangga kecoa.

Ketua LPA Riau, Ester Yuliani, yang ikut menyaksikan dan danta langsung ke panti jompo tersebut, menyayangkan kondisi penghuni panti yang mayoritas perempuan itu. “Ini sangat tidak layak dan tidak sehat,” ucapnya kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Sabtu (28/1/2017) malam.

Salah seorang warga yang mengaku pernah memberi makan para penghuni panti, mengungkapkan jika di panti tersebut dikelola oleh dua orang wanita, yang salah satunya bernama Aida.

“Saya sudah dua kali ke sini kasih makan mereka, dan memang tak terurus. Tapi, warga sini tidak tau harus mengadu kemana. Warga tidak bebas masuk ke sana, dan malam kami kerap dengar penghuni panti ini teriak-teriak,” ujar Imar (38).

Warga lainnya, Wiwid (23) menuturkan, jika pemilik panti (Lili) datang beberapa kali dengan mengendarai mobil Toyota Hilux warna hitam. “Dia (Lili) datang ke sini cuma cek-cek saja, kadang kalau ada donatur, baru dia bersihkan panti ini. Tapi kalau sudah selesai acara, penghuni panti dibiarkan saja tak terurus,” ungkapnya.

“Sumbangan-sumbangan donatur tak dipakai untuk penghuni panti. Malahan makanan, minuman kasur-kasur dan pakaian yang bagus-bagus dari donatur dijual-jual ke warga dan warung-warung disekitar sini,” tambah Wiwid.

Saat menelusuri salah satu ruangan di panti jompo tersebut, memang terdapat banyak kasur busa, pakaian, minuman dan makanan yang masih baru. Namun, tak digunakan untuk penghuni panti dan disimpan di dalam gudang.

Sedangkan para penghuni panti, dibiarkan tidur di lantai tanpa kasur maupun selimut. Hanya disediakan sebuah dipan dari papan yang sudah rapuh layaknya penjara. Salah satu penghuni bahkan, hanya mengenakan baju yang sudah lusuh tanpa celana dengan kondisi kurus kering.

Sampai berita ini diturunkan, Ketua LPA Riau masih berada di panti jompo didampingi RW setempat. Menurut informasi, pihak Dinas Sosial (Dinsos) Riau akan datang ke panti jompo, namun, hingga saat ini belum tiba.

Komentar

Berita Lainnya