oleh

Kembangkan Eduwisata, GENPPARI Kunjungi Industri Pengecoran Aluminium

Ciamis ( cMczone.com ) Kosa kata wisata tidak selalu harus diterjemahkan hanya sekedar jalan – jalan untuk menghilangkan penat atau kejenuhan saja. Konsep wisata saat ini juga semakin diperluas, termasuk apa yang dilakukan oleh Gerakan Nasional Pecinta Pariwisata Indonesia (GENPPARI) yang secara terus menerus melakukan berbagai terobosan yang luar biasa. Pola berfikir yang out of the box, telah melahirkan banyak ide dan gagasar segar dalam memajukan pariwisata Indonesia. Sesuatu yang rumit dan jelimut, bisa diuraikan menjadi lebih sederhana dan dibungkus menjadi produk wisata yang sangat menarik. Bukan saja menarik dari sisi produknya saja, tetapi juga dari sisi nilai wawasan dalam membuka peluang wirausaha baru atau kerjasama usaha.

Hal ini terungkap saat media mewawancarai Ketua Umum GENPPARI Dede Farhan Aulawi melalui sambungan telepon karena sedang berada di luar kota, Rabu(13/11). Seperti diketahui Dede Farhan sebelumnya memimpin Tim GENPPARI berkunjung ke industri pengecoran aluminium Elang Mas pimpinan Ibu Lina yang berada di daerah Singdangkasih, Ciamis. Pada kesempatan tersebut Dede menceritakan tentang latar belakang kenapa kunjungan wisata kemarin justru berkunjung ke industri, bahkan sebelumnya juga ke industri konstruksi di Purwakarta.

Baca Juga :   Halangi Wartawan,Dewan Penasehat cMczone Akan Tempuh Jalur Hukum


“ Pengembangan konsep wisata berbasis pengetahuan dan peluang usaha harus banyak dikembangkan agar nilai manfaatnya semakin besar. Ini yang disebut dengan edukasi wisata industri, atau disingkat Eduwisata “, ujar Dede.

Bagi Dede sendiri, proses manufaktur termasuk didalamnya industri pengecoran logam bukanlah hal yang baru. Karena salah satu latar belakang pendidikannya di jurusan Pengecoran Logam atau Foundry Engineering yang lulus dari Politeknik Mekanik Swiss ITB tahun 1992. Meskipun selanjutnya nama kampus ini sudah berubah menjadi Politeknik Manufaktur Bandung yang merupakan politeknik pertama dan ternama di Indonesia, sehingga menjadi cikal bakal kelahiran politeknik – politeknik lainnya di seluruh Indonesia.

Selanjutnya Dede menjelaskan bahwa teknik pengecoran logam, termasuk pengecoran aluminium ini termasuk teknologi yang sudah dikenal sejak zaman dahulu kala. Meskipun dalam perkembangannya teknologi ini terus berkembang dalam rangka memenuhi tuntutan karakteristik material yang diperlukan. Oleh karena itu peran ilmu Metalurgi dan Metalografi akan sangat berperan dalam menghasilkan produk – produk pengecoran yang berkualitas tinggi.

Baca Juga :   BMKG | Terjadi Gempa Magnitudo 4,5 di Tuapejat Sumbar

“ Jika produk coran aluminium ini hanya untuk memenuhi peralatan rumah tangga, biasanya karakteristik dan komposisi paduannya kurang begitu diperhatikan. Tapi jika diorientasikan untuk produk – produk teknologi tinggi, tentu komposisi paduan materialnya harus benar – benar dihitung secara akurat agar produknya berkualitas tinggi. Jadi tuntutan “pasar” akan sangat berpengaruh pada tingkat kerumitan proses, dan tentu nanti akan berpengaruh pada harga per kilogram-nya “, jelas Dede.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses pengecoran logam adalah (1) Menjaga temperatur pemanasan agar tidak lebih dari 770 derajat C untuk menghindari kontaminasi gas H2 yang berpengaruh pada porositas produk, (2) Penggunaan bahan baku dan alat-alat yang bersih dan kering, seperti bahan Aluminium ingot atau bahan daur ulang, (3) Tungku peleburan (krusibel) harus bersih untuk menghindari oksida yang berdampak pada terbentuknya inklusi – inklusi keras, (4) Holding temperatur sebaiknya hanya sedikit diatas suhu liquidusnya, kecuali saat menjelang, temperatur dapat dinaikkan hingga temperatur tapping secepat mungkin.

Baca Juga :   Peringati HUT Ke-43 GAM, Senator Aceh Fachrul Razi Desak Pemerintah Tuntaskan MoU Helsinki

“ Disamping itu di luar konteks proses pengecorannya, juga harus diperhatikan cetakan (moulding-nya) baik dari kelembaban, kebersihan dan saluran buang gas agar terhindar dari kemungkinan adanya gas yang terjebak sehingga produk coran cacat (defect). Jika produk yang dihasilkan itu bagus, maka jerih payah seorang ahli pengecoran logam akan semakin dihargai “, kata Dede.

Terakhir Dede menyampaikan bahwa selama ini pengalamannya membawa rombongan ke aneka industri ternyata sangat menyenangkan. Para peserta antusias dan menarik, bahkan terbuka peluang – peluang usaha lainnya. Jadi sekali lagi konsep pengembangan eduwisata semakin banyak digemari, dan ini akan menjadi model khusus jika mau digarap lebih serius lagi. Semua menunjukkan bahwa potensi pariwisata Indonesia itu sangat banyak dan beragam. Untuk itu GENPPARI selalu mengajak seluruh lapisan masyarakat agar turut membantu dalam memajukan pariwisata Indonesia. Ajak Dede menyampaikan harapannya.

Komentar

Berita Lainnya