oleh

Andre Batalkan Langkah Somasi, Ketua PHRI: Engga Bisa Begitu Saja, Kami Tersakiti!

-Headline-1.111 views

PADANG, CMCZONE.COM– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Andre Rosiade akhirnya membatalkan niat somasi terhadap Hotel Kyriad Bumiminang, terkait adanya kuitansi yang beredar ke publik atas nama Andre Rosiade/Bimo.

Karena kuitansi itu, awalnya Andre Rosiade menegaskan bahwa ia akan somasi pihak hotel, ia tidak terima. Namun, setelah pihak hotel blak-blakan soal kasus tersebut, dan menyatakan dengan senang hati menerima ancaman somasi agar permasalahan itu dibawa ke ranah hukum, Andre Rosiade serta merta mengurungkan niatnya.

Batalnya rencana somasi tersebut, kembali ditanggapi serius oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatra Barat, Maulana Yusran.

Menurut Maulana, dalam kasus ini, pihaknya sangat dirugikan, karena publik telah terlanjur membangun narasi bahwa hotel tempat prostitusi. Meskipun Andre telah mengeluarkan statement bahwa hotel tidak terlibat dalam kasus ini.

Ketika ada statement Andre soal hotel tidak terlibat prostitusi, itu menjadi hal yang lucu bagi publik. “Dia menyebutkan (hotel tidak terlibat prostitusi) orang jadi ketawa mendengarnya. Dari mana dia tahu, setelah kami dihabisi semua gara-gara ini,” jelas Maulana dilansir langgam.id, Jumat (7/2).

Dikatakan Yusran, langkah Andre dalam mengungkapkan kasus prostitusi di Kota Padang tidak bisa seperti apa yang dilakukannya itu. Apalagi, menyebarkan video penggerebekan di media sosial dengan statement yang menyakitkan.

Baca Juga :   Ciptakan Kamtibmas Aman dan Kondusif, Polsek Tanjungpinang Timur Patroli Malam

“Statementnya terlalu dalam, yang dipublikasikan di media sosial (video) beliau disampaikan di mana-mana itu tentang pencitraan, beliau sangat menyakiti sekali. Sudah tersebar semua, ini imej dan nama baik kami,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus prostitusi online belakangan menghebohkan Kota Padang. Apalagi, kasus ini terungkap berawal dari laporan masyarakat kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Andre Rosiade yang kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.

Namun kasus ini viral, lantaran Politisi Gerindra ini juga ikut dalan penggrebekan yang dilakukan di kamar 606 Hotel Kyriad Bumiminang. Dua orang ditetapkan sebagai tersangka, mereka adalah NN pekerjaan seks dan AS merupakan muncikari.

Andre Rosiade menegaskan, terungkapnya prostitusi online ini tidak ada sama sekali keterlibatan dari pihak hotel. Begitupun antara kedua tersangka dengan hotel tidak ada kaitannya.

“Hotel tidak terlibat sama sekali dalam kasus prostitusi online. Kenapa saya ingin berikan penegasan, saya tidak ingin industri perhotelan di Kota Padang maupun Sumbar hancur gara-gara isu prostitusi online,” kata Andre Rosiade, Kamis (6/2) malam.

Baca Juga :   Pesta Narkoba, 6 Orang Diringkus Kodim 0315/Bintan.

“Saya menegaskan sekali lagi, hotel tempat pengrebekan sama sekali tidak terlibat dalam prostitusi online. Jadi saya harapkan publik tidak terpengaruh bahwa hotel itu sama sekali tidak terlibat,” sambungnya.

Andre Rosiade juga membatalkan langkah somasi yang akan diambil berkaitan dengan beredarnya kuitansi kamar atas namanya. Apabila langkah somasi tetap diambil akan menganggu industri perhotelan.

“Saya pastikan tidak akan somasi hotel, karena tidak ingin merusak situasi dan memperpanjang masalah hotel ini. Karena bisa menganggu industri perhotelan. Lebih baik kita fokus saja menunggu proses hukum di kepolisian,” tutur Andre.

Menanggapi itu, Maulana mengatakan jika pekerjaan rumah Andre Rosiade sekarang adalah mengembalikan nama baik hotel yang menjadi lokasi penggerebekan. “Ini harus dipikirkan, bukan masalah apa-apa, pikirkan itu. Jangan cuman bisa menyebar ini aja (statement hotel tidak terlibat),” kata Maulana.

“Mana bisa ngomong gitu saja. Dia harus berfikir (bagaimana) memulihkan nama baik kami semua di sini, yang sudah telah terlanjur masyarakat terbangun narasi dan persepsi hotel yang menjadi (sumber) masalah,” katanya.

Tangkap Pemakai NN

Di lain pihak, sejumlah ormas besar di Sumbar, meminta pihak kepolisian untuk segera menyikap tabir di balik drama pengerebekan di kamar 606 Hotel Kyriad Bumi Minang, Minggu (26/1) lalu. Mereka juga mendesak agar polisi segera menangkap “pemakai” (pengguna jasa) NN, PSK yang diamankan dalam kasus prostitusi daring itu.

Baca Juga :   Diancam Somasi Andre Rosiade, GM Kyriad: Enggak Apa-apa, Kita Buka Satu Persatu

Desakan itu datang dari Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Sumbar dan MPW Pemuda Pancasila (PP) Sumbar. Dua ormas ini juga

“Tidak hanya mucikari, polisi juga harus menangkap pria yang disebutkan NN sempat menikmati tubuhnya sebelum penggerebekan. Pria yang memakai jasa NN, harus bertanggungjawab dan jika perlu menikahi wanita itu,” kata Ketua Biro Humas MADA LMP Sumbar, Jhoni Baktiar.

Hal senada juga dikatakan Dankoti MPW PP Sumbar, Firman Okta. Dia meminta penegak hukum dan pihak terkait supaya menangkap pelaku pengguna jasa layanan seksual melalui transaksi online tersebut. Polisi sebutnya, juga harus transparan dalam mengungkap kasus tersebut.

“Bertepuk tentu tidak sebelah tangan. Jadi, kepada penegak hukum diminta untuk segera menangkap pria pengguna jasa NN. Pria itu harus ikut bertanggungjawab, jika perlu menikahinya,” ujar Firman. RYN

Komentar

Berita Lainnya