oleh

Diduga Bantuan Perahu Nelayan Desa Sukaraja Kurang Tepat Sasaran

-Nasional-671 views

Lampung Selatan,(cMczone.com) – Berawal mula dari pemberitaan atau berita yang beredar di media online dan juga media sosial, LSM geram Banten Indonesia mendatangi langsung ke tempat korban tsunami yang berada di dusun pangkul desa Sukaraja kecamatan Rajabasa Lampung Selatan, dengan tujuan ingin menanyakan langsung kepada korban mengenai bantuan perahu nelayan yang di duga kurang tepat sasaran,Sabtu(29/02/2020).

Kabid Humas LSM geram Banten Indonesia”Anexa” datang langsung ke tempat atau rumah salah satu korban tsunami, serta mendangi juga rumah pengurus desa dan juga pengurus atau penyeleksian bantuan perahu tersebut,salah satu korban tsunami”kuwer”(60) menerangkan, bahwa mereka yang korban tsunami yang berada langsung di anak gunung Krakatau waktu itu, dari delapan orang saksi dimana kejadian tsunami sebelum tsunami itu sampai ke pesisir pangkul atau pesisir lainnya yang terdampak, mereka di sana yang duluan terhanyut ombak dan tiga kali terlempar ke gunung dan perahu yang mereka bawa pun hancur tidak ada bekas.

Baca Juga :   Jalin Silaturrahmi, Polsek Kumpeh Ilir Sambangi Masyarakat di Desa Puding Muaro Jambi

Di sini saya dan korban lain yg tidak mendapat bantuan perahu merasa di asingkan yang mana yang bukan korban itu dapat sedangkan yg korban sendiri tidak dapat,jangan kan mendapat bantuan datanya saja tidak ada,kami tidak tau entah dari desa sendiri ataukah memang dari pengurus bantuan perahu tersebut”Pungkasnya.

Kabid Humas LSM geram Banten “Anexa” bersama jajaran menyelidiki terus ke simpang siuran dalam pendataan pemberi bantuan perahu nelayan yang di duga kurang tepat sasaran ini, dan mendatangi langsung rumah kepal desa namun kebetulan kepala desanya sedang ada di Jakarta, “saya dan rekan mendapatkan informasi dari sekdes, mengenai bantuan perahu itu kami tidak dapat laporan atau tidak ada laporan ke desa dan itu urusan YEU (Yakkum emergency unit) dan kami atau desa tidak di libatkan,namun ada salah satu pengurus YEU “mas,ud” yang berada di dusun cukuh desa sukraja yang meminta data ke kami atau ke desa” Ungkap Anexa.

Baca Juga :   Sederet Prestasi, Mahasiswa Pascasarjana UNM Terbang Ke Jepang.

Tidak lama Kabid Humas LSM geram langsung mendatangi rumah atau kediaman salah satu pengurus Yakkum emergency unit (YEU) namun beliau tidak ada di tempat.

Kabid Humas LSM menjelaskan bahwa kesimpulan yang di dapat adalah, adanya pendatan yang kurang akurat, antara desa dengan YEU, mirisnya lagi kenapa pengurus atau seleksi ini tidak melihat langsung data waktu penyerahan bantuan kepada korban,mana yang bener bener korban atau perahu hancur dan yang mana yang bukan korban perahu yang hancur dan pada akhirnya bantuan pun kurang tepat sasaran, permasalahan ini akan terus kami kembangkan sampai masyarakat juga tau mana yg lebih berhak dan mana yg tidak”tegasnya,(Syahroni).

Komentar

Berita Lainnya