oleh

Dari Kopi Aku Belajar Menghargai Proses

Oleh : Agus Saputra

“Tidak ada cara instan untuk mendapatkan hasil maksimal, bakat saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kegigihan”

Kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, bahkan dapat dikatakan secara umum kopi adalah minuman terpopuler di dunia setelah air putih.

Sudah sekitar dua tahun aku menjadi penikmat kopi, namun baru akhir-akhir ini aku mulai mencoba mempelajari, mendalami, dan memaknai apa itu kopi.

Akupun baru mulai tersadar, betapa aku dan banyak orang-orang diluaran sana sudah salah dalam memaknai kopi, mungkin efek dari budaya ngopi yang sedang ngetrend.

Pangsa pasar kopi terbagi menjadi beberapa bagian, diantaranya specialty, komersial, dan kopi instan yang marak beredar di pasaran.

Baca Juga :   Kapolda Sumbar Dimutasi, Ini Penggantinya

Kopi kini sudah dapat dinikmati berbagai kalangan, tidak hanya orang-orang tua, tapi kawula muda juga sudah banyak menjadi penikmat kopi. Hal tersebut sejalan dengan menjamurnya bisnis usaha warung kopi dari perkotaan hingga ke pelosok daerah.

Dari Kopi aku belajar menghargai proses, mungkin secara awam banyak orang memahami bahwa kopi hanyalah minuman sederhana yang identik dengan rasa pahit.

Namun, setelah dikaji lebih dalam kita dapat mengetahui bahwa Kopi membutuhkan proses panjang untuk kemudian baru dapat dinikmati sebagai minuman.

Proses panjang tersebut membutuhkan kesabaran dan penuh rasa cinta dalam pengolahan Kopi. Kualitas kopi yang baik ditentukan oleh kinerja petani Kopi, Roaster, hingga Barista yang saling berkesinambungan menghasilkan cita rasa kopi.

Baca Juga :   Atlit Ski Air dan Wakeboard Koarmada I Kibarkan Bendera di Laut Pulau Bau

Kopi kaya akan cita rasa, masing-masing biji kopi memiliki karakter yang berbeda-beda. Jadi merupakan kesalahan besar jika mengindentikkan kopi hanya dengan rasa pahit.

Kopi memiliki kekuatan yang luar biasa dalam sistem kehidupan, banyak orang menggantungkan hidup dari kopi, menghasilkan karya menakjubkan dari kopi, menghangatkan obrolan antar teman dari kopi.

Dalam hal ini, kopi mengajarkan kita arti dari kesederhanaan, kesabaran, hingga kegigihan akan membuahkan hasil yang menakjubkan.

Di bidang kopi, aku hanyalah seorang pemula. Tapi aku yakin, dengan mempelajari kopi, aku secara tidak langsung juga mempelajari arti kehidupan. Filosofi yang terkandung didalam kopi memiliki korelasi dengan sistem kehidupan secara luas.

Minuman Kopi itu adalah teman untuk berpikir, merenung, melatih kreatifitas untuk menjadi seorang yang produktif dan berani berinovasi.

Baca Juga :   Minimnya Guru PNS di SDN 002 Gunung Sahilan, Ini Tanggapan Kadisdikpora Kampar

Tidak ada cara instan untuk dapat memahami kopi, butuh proses panjang, kesabaran dan ketekunan.

Komentar

Berita Lainnya