oleh

Program Rehab Rumah di Desa Teratak Tak Tepat Sasaran dan Berbau Politis ?

Keterangan Foto : Kepala Desa Teratak Etak Murlizar S.Sos, M.I.Kom

Selain Program Rumah, Diduga Banyak Persoalan Terjadi di Desa Teratak

Rumbio Jaya, (Redaksiriau.com) – Program rehab rumah warga kurang mampu yang tengah digelontorkan Pemerintah, dalam pelaksaannya di Desa, tepatnya di Desa Teratak diduga bakal penerima manfaat tak tepat sasaran.

Hal ini, mencuat kepermukaan berdasarkan banyaknya tudingan terkait tertutup dan kurang transparannya petugas yang diturunkan, untuk melakukan pendataan terhadap rumah warga yang bakal mendapat program bantuan rehab rumah yang bersumber dari dana aspirasi anggota DPR-RI tersebut.

Informasi yang diterima dari sumber masyarakat yang enggan di sebutkan namanya menyebutkan, sayangnya, karena tertutupnya petugas di lapangan dalam melakukan pendataan dan kurang konsistennya petugas dalam mengambil keputusan, pendataan rehab rumah, akhirnya jadi buyar, alias tak tepat sesuai harapan,ungkapnya

Baca Juga :   Karhutla Mengamuk Lahan Pengusaha Ada Apa ..........???

lanjut kata sumber tersebut, Pasalnya, pendataan yang dilakukan petugas di Desa Teratak diduga sarat muatan politis dan berbau Nepotisme. Sebab, warga yang mendapat program bantuan rehab rumah aspirasi tersebut, diutamakan bagi warga yang di duga mempunyai hubungan kekerabatan dengan pencetu yang mendapat bantuan disebut salah satu kurang tepat mendapat bantuan rehab . Namun sebagian lagi warga yang layak mendapat rehab, malah ‘gigit jari’ karena tak masuk dalam daftar penerima bantuan rehab rumah “Bebernya

Bahkan ada beberapa warga disebut mendapat bantuan program bedah rumah. Dalam penentuannya tak melibatkan Badan atau Lembaga di Pemerintahan Desa , hanya dijalankan petugas sendiri sesuai masukan oknum dari pengurus dan simpatisan tertentu ?.

Baca Juga :   Peringatan Hari Ibu ,Kapolsek Kumpeh Ilir  Nonton Bareng Bersama Masyarakat

Hal itu juga mencuat ketika beberapa Anggota BPD yang di Ketuai oleh Muaslam mendatangi Kantor Desa Teratak untuk menyapaikan keluhan warga Kepada Kepala Desa, menurutnya saat diwawancara oleh Media menyebutkan, pihak BPD , tak ikut menentukan siapa yang mendapat bantuan rehab rumah di Di Desa Teratak tersebut.

“ Kita hanya menerima laporan siapa saja, yang dapat bantuan bedah rumah, pendataan kita tidak dilibatkan, yang tahu hanya petugas di lapangan,” kata Muaslam selaku Ketua BPD Desa Teratak.

Dibeberkan Ketua BPD Bahkan, tertutupnya terhadap informasi terkait rehab rumah aspirasi yang digagas anggota DPR-RI, menimbulkan pertanyaan di masyarakat, karena rumah yang menjadi milik warga tapi terarah diduga hanya sebagai Nepotisme dan Kolusi saja, karena itu kita hari ini adakan hearing dengan Kades, selain itu juga banyak Persoalan yang mesti diselesaikan di Desa ini, sebutnya.

Baca Juga :   Ketua MUI Banten Berharap Agar Pemerintah Mengusut Penganiayaan Terhadap Menkopolhukam Di Meres

Sementara itu Kepala Desa Teratak Etak Murlizar S.Sos M.I.Kom, ditempat yang sama mengatakan,” yang mendapatkan rumah bantuan aspirasi DPR-RI, sudah sesuai prosedurnya dan sudah sesuai dengan regulasi, ujarnya sambil meminta Wartawan agar tak memberitakanbinformasi tersebut.***(Redi Yusmar).

Komentar

Berita Lainnya