oleh

Implementasi Kurikulum Darurat Covid -19, Beberapa SDN se -Tambang Laksanakan Workshop

Kampar, (cMczone.com) – Kurikulum darurat (dalam kondisi khusus) yang disiapkan oleh Kemendikbud merupakan penyederhanaan dari kurikulum Nasional. Pada kurikulum tersebut dilakukan pengurangan kompetensi dasar untuk setiap mata pelajaran sehingga guru dan siswa dapat berfokus pada kompetensi esensial dan kompetensi prasyarat untuk kelanjutan pembelajaran di tingkat selanjutnya.

Kurikulum pada satuan pendidikan dalam kondisi khusus memberikan fleksibilitas bagi sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran siswa, dalam kondisi Covid -19.

Untuk menyikapi hal tersebut beberapa SDN se Kecamatan Tambang pada Selasa (27/10/2020) melaksanakan Workshop Pendampingan Kurikulum Darurat Covid-19 Tahun Ajaran 2020/2021, dilaksanakan di SDN 028, serta diikuti oleh SDN 007, SD IT Al Fattah, dan SD Al Furqan dengan mengutus guru kelas 1 s/d kelas 6 ditambah guru mata pelajaran.

Baca Juga :   GENPPARI Lakukan Petualangan ke Puncak Gunung Papandayan

Hal itu dilakukan sebagai pedoman bagi satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran.

Kepala SDN 007 Rimbo Panjang Arlindawati, S.Pd menyampaikan,” bahwa saat ini seluruh Sekolah Dasar (SD) se – Kecamatan Tambang Negeri maupun Swasta lagi belajar dan bekerja membuat Kurikulum Covid -19 di bawah bimbingan pengawas tingkat Kecamatan Tambang,”ujarnya.

Juga dikatakannya, Lamanya bencana Covid -19 membuat guru harus belajar dan bekerja kembali menyederhakan Kurikulum normal yang padat menjadi Kurikulum Covid -19 yg sangat sederhana.

” Sekiranya Kurikulum yang terajarkan sama anak didik melalui sistem Daring atau Luring. Juga Belajar selama Covid -19 bukan mengejar ketuntasan Kurikulum tetapi memberikan pembelajaran yg bermakna bagi anak didik” beber Kepsek.

Baca Juga :   KPB Gerindra Semprot Pasar Padang Panjang, Mesra Ajak Masyarakat Jadi Pahlawan Perangi Corona

Juga dikatakannya bahwa Whorkshop ini diadakan dengan menggabungkan 3 sampai 4 Sekolah pada satu tempat atau secara mandiri dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan. Dengan diadakannya workshop ini mudah – mudahan seluruh guru SD se- Kecamatan Tambang mampu membuat Kurikulum untuk Pembelajaran selama Covid -19 ini, tutup Arlinda.**(Asril).

Komentar

Berita Lainnya