oleh

Di tengah maraknya Covid-19,Para Penggiat Literas Mengadakan Kegiatan Belajar Serta Edukasi

Lampung Selatan, (cmczone.com)– Pustaka Bergerak Adalah simbol Bunga yang tumbuh berkembang dan melahirkan pegiat pegiat literasi yang ada di penjuru tanah air, dan bergerak dengan hati yang tulus,serta mengagendakan kegiatan berkunjung ke rumah bunda Lili, sekali gus meresmikan yang dinamakan Rumah baca kenanga,Rabu(4/11/20).

Sharing materi dengan kawan-kawan istimewa ( Motor perahu Pustaka, Perahu Pustaka lampung, Perpus Jalanan, KEPIK, Temon Yogya, perwakilan guru-guru PAUD dan Komunitas yang baru tumbuh ” Rumah Baca Kenanga” (founder bunda Lily).

Setiba dirumah bunda Lili,Yang beralamatkan di kampung baru gang sawah desa bakauheni kecamatan Bakauheni lampung selatan,dan sekaligus memberikan materi pembelajaran untuk anak anak;
1. (asmariah Temon yoga) Membuat Boneka Jari
2. (Mas Eki jakarta ) mengedukasikan tentang Belajar menggambar Kreatif
3. Ka( Nur ekayani) Mendongeng dihadapan anak anak dengan bonek Si eci)
4 ka (Eki Rimba sumatra) dari bandar Lampung ,memperaktekan Kerajinan kreatif mewarnai baju/Tay day (jumputtan Yogya) oleh perpus jalanan.

Baca Juga :   Polres Lampung Selatan Musnahkan Barang Bukti Narkoba Shabu 121,9 kg , Ganja 94 kg dan Ekstasi 5087 Butir

“Kang Ardiyanto menjelaskan, Mereka adalah pejuang pejuang yang tangguh,selain dari pada guru guru,penggiat literasi adalah juga bagian dari pahlawan tanpa tanda jasa, yang bergerak secara mandiri atau juga independen,dan tanpa ada tuntutan gaji atuu juga yang lainnya, namum mereka atau kami tetap harus dan terus berjalan demi anak anak bangsa di berbagai daerah atau plosok sekalipun.

Bergerak dengan hati, tulus, ikhlas dan berempati. Membaca semua keadaan dengan hati dan literasi
Ber iringnya dengan jalannya waktu para pegiat literasipun bergeser ke cam perahu pustaka mengingat disana anak anak sudah banyak yang menunggu ingin mendengarkan ka Nur Ekayani mendongeng dengan boneka si eci
Banyaknya anak anak merasa terhibur dengan adanya pegiat literasi yang hadir di berbagai daerah untuk saling mensuport dan bertukar pengetahuan menyatukan untuk mengeudasikan di bidangnya masing masing.
Di samping itu juga mengingat kedaan blm normal masih vandemi, anak anak kami ajarkan untuk mencuci tangan menjaga jarak dan memakai masker pungkas Ardyanto”,

Baca Juga :   Tingkat kesadaran masyarakat, Kecamatan Penengahan kurang mematuhi protokol kesehatan pencegahan COVID-19

(Ipunk)

Komentar

Berita Lainnya