oleh

Ini Pesan Ansar Ahmad pada Camat, Lurah dan Kepala Desa Se-Kabupaten Karimun

Karimun, Kepri (cMczone.com) – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), H. Ansar Ahmad, SE, MM, mengatakan, bahwa saat ini Pemerintah Pusat bekerja serius dalam penanggulangan ekonomi secara nasional. Keseriusan Pemerintah Pusat tentu juga harus dibarengi dengan kerja keras Pemerintah Daerah untuk melakukan hal yang sama.

Pernyataan Ansar Ahmad tersebut disampaikannya ketika bersilaturahmi dengan para Camat, Lurah dan Kepala Desa Se-Kabupaten Karimun yang dilaksanakan di Gedung Nasional, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Rabu (17/3/2021).

“Para Camat, Lurah dan Kepala Desa itu ujung tombak Pemerintah Daerah. Suksesnya program Pemerintah Pusat juga sangat tergantung bagaimana para Camat, Lurah, dan Kepala Desa bekerja di lapangan,” kata Ansar Ahmad.

Untuk itu dalam rangka mensukseskan Program Pemerintah Pusat dalam penanggulangan pertumbuhan ekonomi yang menurun, para Lurah dan Kepala Desa juga harus terus berkreasi, untuk bagaimana mampu mendorong daya beli masyarakat di wilayahnya.

Baca Juga :   Secara Virtual, PNS Lantamal IV Ikuti Peringatan HUT Korpri ke-49

Khusus bagi desa-desa yang saat ini sudah mendapatkan Anggaran Dana Desa (ADD), maka program yang dijalankan harus lebih banyak diarahkan ke program-program yang sifatnya padat karya tunai, program-program pemberdayaan masyarakat serta program pengembangan inovasi desa dalam bentuk Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.

“Saya dengar di Karimun sudah ada 12 BUMDes. Diharapkan ke depan BUMDes yang terbentuk harus lebih banyak lagi. Tetapi target kita bukan dalam jumlah kuantitatif, tetapi bagaimana mengembangkan BUMDes itu dalam angka kualitatif yang mampu memberikan kontribusi sangat baik dalam pengembangan ekonomi di pedesaan,” jelas Ansar Ahmad yang mantan Bupati Bintan dua periode ini.

Dijelaskan Ansar Ahmad, seringkali ada paradigma ketika Dana Desa diluncurkan oleh Pemerintah Pusat seolah-olah Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi mengurangi porsi dukungan anggaran di desa. Hal tersebut tidak benar, karena untuk pengembangan pembangunan di desa ujung tombaknya tetap Pemerintah Kabupaten dan Provinsi.

Baca Juga :   HUT TNI-AL ke-75: Lantamal IV Panen Raya bersama Stakeholder

Menurut Ansar Ahmad, seluruh kepala desa harus terus meningkatkan kemampuan berinovasi dan berkreasi dalam memanfaatkan Dana Desa. Jangan sampai pemanfaatan Dana Desa hanya untuk kegiatan yang sifatnya hura-hura dan atau hanya memenuhi kebutuhan sesaat. Pemerintah Desa diminta memanfaatkan Dana Desa untuk mendorong ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

“Negara ini akan sehat dan kuat kalau desa-desa itu kuat dan sehat,” tegas Ansar Ahmad.

Karena itu, tambah Ansar Ahmad, program-program partisipasi masyarakat harus diperhatikan secara sungguh-sungguh, karena saat ini Pemprov Kepri dihadapkan pada persoalan keterbatasan dari sisi kemampuan fiskal anggaran.

Untuk itu Ansar Ahmad menginginkan program-program yang sudah masuk dalam skala prioritas di tahun 2021 mampu menjadi mesin penggerak ekonomi di pedesaan dan seluruh wilayah di Kepri.

Baca Juga :   Sidik Sakti Indera Waspada: 5 Orang Dilantik Sebagai PPNS, Salah Satunya Kasat Pol PP dan Gulkar Kota Tanjungpinang

“Kalau sekiranya ada program-program di pusat yang kira-kira bisa mendukung dan mendorong pemberdayaan desa secara cepat, maka saya akan mengupayakan dengan serius agar program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dan kelurahan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau bisa berhasil,” pungkas Ansar Ahmad.

Editor : Budi Adriansyah

Komentar

Berita Lainnya