Simpatisan RKN Komentari Hasil Survai SBLF MYRISET, Tentang Elektabilitas Safaruddin Unggul 3 % dari Rizki Kurniawan Nakasri (RKN)

cMczone.com– Kemaren jagat perpolitikan Limapuluh Kota dihebohkan dengan rilis survai SBLF MYRISET. Wajar saja, lembaga ini kredible. Bahkan mungkin paling kredible di Sumatera Barat. Tidak pernah absen dalam pileg, pilpres, dan pilkada. Hasilnya sangat akurat. Bahkan dulu pada pilkada bupati/wakil bupati Limapuluh Kota tahun 2020, kalau tidak salah SBLF MYRISET melakukan 4 kali survai. Hasil survai SESUAI dengan hasil pilkada.

Dalam survai yang dirilis kemaren itu jika berbicara popularitas, maka Safaruddin unggul jauh dari Rizki Kurniawan Nakasri (RKN). Safaruddin 80 % dan RKN 57 %. Namun untuk elektabilitas RKN 20 % dan Safaruddin 23 %. Terpaut hanya 3 %. Lengkapnya 4 kandidat bupati dengan elektabilitas tertinggi adalah sbb : Safaruddin 23 %, RKN 20 %, Irfendi Arbi 15 %, dan Deni Asra 9 %. Survai tersebut dilakukan pada pertengahan Mai 2024 dengan 800 orang sample dan margin eror 3.1 %.

Untuk menanggapi hasil survai itu kami bertanya kepada beberapa simpatisan RKN. Opin seorang simpatisan asal Simalanggang berkomentar, “kami percaya SBLF MYRISET, kiprahnya teruji. Kami sangat senang dan bersyukur pula dengan elektabilitas RKN 20 %. Bagi kami perjuangan ini seperti dari nol. RKN benar-benar tidak bisa membangun dalam 3 1/2 tahun terakhir. Kami sangat pahami itu. Angka 20 % itu semakin memacu kami untuk bekerja lebih keras. Saya ingat saat pertemuan bulan lalu RKN menyampaikan bahwa pergerakan tim harus menghasilkan elektabilitas tertinggi bagi RKN pada akhir Juli 2024. Melihat hasil survai kemaren kami semakin yakin”.

Lain lagi komentar Fitri, simpatisan RKN dari Akabiluru. “Bagi saya dan saya yakin mereka yang paham metodelogi survai akan sependapat dengan saya, bahwa hasil survai SBLF MYRISET kemaren itu unggulkan RKN. RKN itu tidak bisa disebut incumbent. Ruang dan kewenangannya dipangkas habis. Pejabat pun enggan mendekat kepadanya. Maka terpaut 3 % dari Safaruddin itu luar biasa. Safaruddin secara teori elektabilitasnya seharusnya diatas 60%. Dia memegang kendali tunggal pemerintahan, dia setir birokrasi, dia menguasai jaringan perangkat pemerintahan hingga nagari dan jorong. Maka angka dia 23% itu adalah angka yang jelek walaupun posisinya paling teratas”.

Baca Juga :   Tuntut Perbaikan Jalan Yang Rusak, Masyarakat Tanjabtim Gelar Aksi Blokir Jalan

Mulyadi sebagai orang dekat RKN berkomnetar, “kecendrungan elektabilitas Safaruddin itu selalu turun, karena dia incumbent. Semakin mendekati hari H, dia semakin diuji untuk mempertahankan klaim keberhasilannya”. Jika 6 bulan sebelum pemilihan angkanya 23%, bisa jadi akan terus turun hingga 15 %. Tergantung jumlah pasangan yang akan bertanding. Yang jelas ini menjadi catatan besar sejarah kita, bahwa incumbent elektabilitasnya sangat rendah”.

Kami pun bertanya kepada tokoh-tokoh Nasdem Limapuluh Kota, Begini tanggapan mereka;

H.Ilson Cong Dt.Mongguang (H.ILC) sebagai Ketua DPD Nasdem Limapuluh Kota dan (Calon) Anggota DPRD Provinsi Sumbar Terpilih berkomentar,
“Angin segar bagi (Kader) Nasdem (RKN) untuk terus berjuang meningkatkan Elektabilitasnya” ungkap H.ILC.

Baca Juga :   Ada Apa Limapuluh Kota? Setelah Sebelumnya Ada Pengembalian Kelebihan Honorarium di Eksekutif, Sekarang Legislatif Tersandung SPPD?

“Dengan waktu tersisa 6 bulan menuju tabuhan genderang PIlkada 50 Kota (27/11), kita akan satu kolam untuk berjuang memenangkan Pilkada Bupati/Wakil Bupati” tukuk H.ILC yang sukses menukuk kursi Nasdem 50 Kota pada Pileg 2024 yang lalu.

Strategi Pileg Pengurus DPD Nasdem 50 Kota beserta Kader-kader di 5 Dapil sukses Mengantarkan Partai Nasdem sebagai Pemenang Runner-Up di Pileg yang lalu, dengan demikian Nasdem tinggal menunggu Hari Pelantikan 5 Wakilnya menjadi Anggota DPRD Kabupaten 50 Kota 2024-2029.

Senada dengan Ketua DPD Nasdem, Alia Efendi Anggota DPRD Limapuluh Kota terpilih Dapil 4 (Kecamatan Guguak, Mungka, Akabiluru),
“Kami sebagai Kader Nasdem 50 Kota akan tegak lurus dengan keputusan Partai nantinya, begitu juga dengan Hasil Survey, Kami menilai itu hal yang baik bagi Partai Nasdem, disaat Kader kami masuk dalam 3 besar Bursa Pilkada 50 Kota, mudah-mudahan Runner-Up di Pileg akan meningkat menjadi Pemenang di Pilkada, Insyaallah” Imbuh Alia Efendi.