Sistem daring yang memperkuat posisi tawar petani sawit lokal mulai membuahkan hasil konkret.
Pekanbaru – cMczone.com | 11 November 2025
Dinas Perkebunan Provinsi Riau melaporkan peningkatan produksi sawit sebesar 11% sejak diberlakukannya sistem transparansi harga berbasis digital. Inovasi ini memungkinkan petani mengetahui harga TBS (Tandan Buah Segar) harian secara langsung melalui ponsel pintar, tanpa harus bergantung pada tengkulak atau informasi sepihak dari perusahaan.
Sistem ini diluncurkan sejak awal semester II 2025 sebagai bagian dari reformasi tata niaga sawit rakyat. Dalam mekanismenya, Dinas Perkebunan bekerja sama dengan asosiasi petani, pabrik kelapa sawit, dan akademisi Universitas Riau. Semua data harga TBS kini dapat diakses melalui portal HargaSawitRiau.go.id yang menampilkan update harga setiap pukul 10.00 WIB.
“Kini petani tidak lagi bergantung pada tengkulak. Harga terbuka, kepercayaan meningkat. Bahkan beberapa koperasi mulai menjual langsung hasil panen ke pabrik dengan kontrak transparan,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Riau, Ir. Andi Syahrul, kepada wartawan, Rabu (11/11).
Selain harga, sistem ini juga memuat indeks rendemen minyak, kadar asam, serta biaya transportasi. Dengan begitu, petani tahu nilai jual sebenarnya dari hasil panen mereka. Pemerintah daerah juga sedang menyiapkan mobile app versi Android agar akses lebih luas ke wilayah-wilayah kebun terpencil di Pelalawan, Kampar, dan Rokan Hilir.
Menurut data Dinas Perkebunan, produksi sawit rakyat pada triwulan III 2025 mencapai 8,7 juta ton — naik dari 7,8 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Selain itu, margin keuntungan petani naik sekitar 9% karena berkurangnya biaya distribusi hasil panen.
Program transparansi harga ini adalah tonggak penting untuk mengakhiri dominasi tengkulak dan membuka jalan menuju keadilan ekonomi bagi petani kecil. Dengan sistem terbuka, kekuasaan ekonomi tidak lagi dimonopoli oleh pabrik besar. Namun tantangannya masih besar: sebagian petani belum terbiasa menggunakan teknologi digital, dan sinyal internet di desa masih terbatas.
Catatan Redaksi cMczone.com:
Transparansi adalah pupuk bagi keadilan ekonomi rakyat kecil. Bila harga terbuka dan petani berdaulat atas hasilnya, maka kemakmuran bukan lagi wacana — melainkan kenyataan yang tumbuh dari tanah sendiri.








