Pelatihan gratis difokuskan pada AI, robotik, keamanan siber, hingga logistik modern.
Jakarta – cMczone.com | 21 November 2025
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) resmi meluncurkan program nasional Skill Reboot 2026, sebuah program pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang ditargetkan menjangkau 3,5 juta tenaga kerja di sektor digital dan industri manufaktur berbasis teknologi. Program ini merupakan bagian dari strategi menghadapi transformasi ekonomi Indonesia menuju era otomasi dan kecerdasan buatan (AI) yang diproyeksikan semakin mendominasi pasar kerja dalam lima tahun ke depan.
Menteri Ketenagakerjaan menjelaskan bahwa Skill Reboot 2026 akan memprioritaskan empat bidang utama:
Artificial Intelligence & Machine Learning
Robotik & Automation Engineering
Cybersecurity & Data Protection
Logistik Modern & Sistem Supply Chain Digital
“Kita tidak boleh tertinggal dalam revolusi industri generasi berikutnya. Tenaga kerja Indonesia harus diberi kesempatan untuk naik kelas melalui pelatihan yang relevan, gratis, dan berbasis kebutuhan industri,” ujar Menaker.
Program ini digelar bekerja sama dengan sejumlah lembaga internasional, termasuk Microsoft Indonesia, Google Asia Pacific, serta lembaga sertifikasi dari Jepang dan Korea Selatan. Pemerintah memastikan biaya pelatihan ditanggung penuh oleh negara melalui skema Kartu Prakerja Plus dan Dana Kompetensi Nasional.
Perusahaan-perusahaan besar di industri otomotif, manufaktur elektronik, dan pusat data (data center) menyambut baik program ini. Mereka menilai bahwa kebutuhan tenaga kerja digital semakin meningkat, sementara ketersediaan talenta terampil masih terbatas.
Perwakilan Asosiasi Industri Elektronik Indonesia mengatakan bahwa kekurangan tenaga operator robotik dan ahli otomasi sudah terasa dalam dua tahun terakhir.
Program Skill Reboot 2026 juga akan diperluas ke daerah dengan mendirikan 40 pusat pelatihan baru di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara. Fasilitas tersebut akan dilengkapi laboratorium AI mini, simulator robotik, dan ruang pelatihan siber.
Di sisi lain, beberapa pengamat mengingatkan bahwa transformasi digital juga membawa risiko peningkatan pengangguran bagi pekerja sektor tradisional. Karena itu, program ini juga menyediakan pelatihan reskilling bagi pekerja berusia 35 tahun ke atas agar mereka tetap relevan dan kompetitif.
Masyarakat umum menyambut program ini dengan antusias. Di media sosial, banyak warganet memberi respons positif, berharap program ini benar-benar dijalankan secara transparan dan tidak hanya formalitas.
Pelatihan digital berskala besar adalah kebutuhan strategis untuk mengamankan posisi Indonesia dalam ekonomi global. Tanpa investasi besar pada SDM, negara akan bergantung pada tenaga kerja asing untuk sektor-sektor maju. Namun, keberhasilan program akan sangat ditentukan oleh kualitas instruktur dan pemetaan kebutuhan industri yang tepat.
Catatan Redaksi cMczone.com
Bangsa besar tumbuh melalui tenaga kerjanya. Memberi rakyat keterampilan baru adalah bentuk keberpihakan negara terhadap masa depan mereka.







