Cmczone.com, Sijunjung – Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir, menyerahkan santunan fakir miskin tahap pertama dari dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Balairung Lansek Manih, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Jaheri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sijunjung Okto Verisman, para asisten, kepala OPD, camat, serta wali nagari.

Sebelum penyerahan santunan, Bupati Benny Dwifa terlebih dahulu menunaikan pembayaran zakat fitrah kepada tim pengumpul BAZNAS Kabupaten Sijunjung sebagai bentuk teladan pemimpin dalam berzakat.
Dalam kesempatan tersebut, santunan fakir miskin tahap pertama tahun 2026 disalurkan kepada 1.775 penerima manfaat se-Kabupaten Sijunjung dengan total bantuan mencapai Rp710 juta.
Selain itu, BAZNAS juga menyerahkan bantuan modal usaha berupa satu unit mesin jahit lengkap dengan perlengkapan menjahit kepada Ulfa Desriani, warga Jorong Padang Lalang, Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII, sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Bupati Benny Dwifa Yuswir mengatakan bahwa bulan suci Ramadhan merupakan momentum penting untuk memperkuat kepedulian dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk saling peduli. Melalui zakat, infak, dan sedekah, kita bisa memperluas manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa mayoritas zakat yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Sijunjung berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sijunjung.
“Mudah-mudahan bagi yang ikhlas menunaikan zakat, rezekinya selalu dilancarkan. Zakat tidak hanya membersihkan harta, tetapi juga membawa keberkahan dan kebahagiaan dalam kehidupan,” tambahnya.
Bupati turut mengapresiasi kinerja pengurus BAZNAS Kabupaten Sijunjung periode 2021–2026 yang dinilai berhasil mengelola dan menyalurkan zakat dengan baik.
“Pengelolaan zakat di Sijunjung termasuk yang terbaik sehingga kita mendapatkan penghargaan dari BAZNAS RI. Pemerintah daerah juga sangat terbantu oleh berbagai program yang dijalankan BAZNAS,” katanya.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan BAZNAS sangat beragam, mulai dari bantuan sosial kemanusiaan, dukungan pendidikan bagi pelajar kurang mampu, bantuan keagamaan, hingga program pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sijunjung, Hidayatullah, mengatakan bahwa kegiatan penyerahan ZIS oleh kepala daerah, pejabat daerah, dan pengusaha bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga wujud tanggung jawab dan keteladanan sosial.
“Ini menunjukkan bahwa para pemimpin memberi contoh nyata kepada masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, selama periode 2021 hingga 2025, BAZNAS Kabupaten Sijunjung berhasil menghimpun dana Zakat, Infak, dan Sedekah sebesar Rp21.723.348.859.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp19.092.865.415 telah disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerima atau mustahik melalui berbagai program.
Dana ZIS tersebut digunakan untuk berbagai sektor, mulai dari bantuan sosial kemanusiaan, pendidikan bagi pelajar kurang mampu, program keagamaan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pengelolaan zakat tidak hanya sebatas menyalurkan bantuan, tetapi juga menjadi upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat agar mampu meningkatkan taraf hidupnya,” jelas Hidayatullah.
Ia menambahkan, keberhasilan pengumpulan dana ZIS ini tidak terlepas dari dukungan pemerintah daerah, lembaga, serta masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.(*)








