Bupati Benny Dwifa Hadiri Wisuda 104 Santri SIT Ar-Rahman Palangki, Tekankan Pentingnya Akhlak di Era Digital

cMczone.com, Sijunjung – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Gedung Pancasila Muaro saat Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir menghadiri Khatam Kibar, Wisuda Tahfidz dan Perpisahan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ar-Rahman Palangki Yayasan An-Nabawy, Sabtu (16/5/2026).

Sebanyak 104 wisudawan dan wisudawati dari jenjang TKIT, SDIT hingga SMPIT mengikuti prosesi wisuda yang berlangsung khidmat dan penuh semangat Islami.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Bersama Membangun Generasi Qur’ani.”

Dalam sambutannya, Bupati Benny Dwifa menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencetak anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga harus mampu membangun karakter dan akhlak mulia sebagai pondasi generasi masa depan.

“Pendidikan adalah hal yang paling utama. Anak-anak kita tidak hanya dituntut cerdas, tetapi juga harus memiliki hati dan akhlak yang baik,” ujar Benny Dwifa.

Baca Juga :   Polda Banten, Kejati Dan DPRD Provinsi  Tanda Tangani Kesepakatan Pembentukan Produk Hukum Daerah

Ia juga memberikan apresiasi kepada SIT Ar-Rahman Yayasan An-Nabawy yang dinilai konsisten melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an di Kabupaten Sijunjung.

“Anak-anak kita harus bisa bersaing dan mengedepankan citra Islam, dengan melahirkan regenerasi yang agamis,” tambahnya.

Menurutnya, di tengah derasnya perkembangan teknologi dan digitalisasi saat ini, nilai-nilai agama menjadi benteng utama untuk menjaga moral dan karakter generasi muda.

Tak hanya itu, Bupati Benny turut mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendidik anak. Ia menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak sepenuhnya diserahkan kepada sekolah.

“Jangan merasa setelah anak disekolahkan, tanggung jawab selesai. Orang tua tetap memiliki peran besar dari lahir hingga akhirat,” tegasnya.

Baca Juga :   Ketua DPRD 50 Kota Sahkan Pansus tentang Asset Kabupaten pada Paripurna

Sementara itu, Ketua Yayasan An-Nabawy, Syukri Rahmat menyampaikan bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an bukan hanya soal kecerdasan, tetapi lebih kepada kesungguhan dan istiqamah dalam menjaga hafalan.

“Menghafal Al-Qur’an bukan berarti harus cerdas, namun membutuhkan kesungguhan dan istiqamah,” katanya.

Ia menjelaskan, Yayasan An-Nabawy mulai berdiri sejak tahun 2014 yang diawali dengan Rumah Tahfidz Ar-Rahman.

Setahun kemudian berdiri TKIT, disusul SDIT dan SMPIT pada tahun berikutnya. Hingga kini, yayasan tersebut telah meluluskan sekitar 1.000 santri dan santriwati.

“Kami mengucapkan terima kasih atas support dan dorongan dari orang tua,” ujarnya.

Ketua Panitia, Okto Viandra Arnes dalam laporannya menyebutkan, peserta wisuda tahun ini terdiri dari 49 siswa TKIT, 44 siswa SDIT dan 11 siswa SMPIT.

Baca Juga :   Diduga, Proyek Peningkatan Jalan Menuju TPU Desa Maju Jaya Tidak Sesui Bestek????

“Acara ini dapat berjalan lancar berkat dukungan orang tua dan para donatur,” tuturnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pembina Yayasan An-Nabawy H. Hidayatullah, Bendahara Yayasan Doni Saputra, Kepala Sekolah, para guru, wali murid dan tamu undangan lainnya.(dicko)