Liza Fitriani di Hadapan Mahasiswa UIN Suska: Semua Kita Adalah Pemimpin, Mulailah dari Diri Sendiri

cMczone.com, PEKANBARU ()— Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau menggelar seminar organisasi pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Sewitri dari Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Liza Fitriani dari Pemuda ICMI Provinsi Riau yang juga merupakan alumni Program Studi Sistem Informasi.

Seminar tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya berorganisasi, membangun karakter kepemimpinan, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Dalam pemaparannya, Sewitri membahas pentingnya organisasi sebagai wadah pembelajaran, pengembangan kapasitas diri, serta pembentukan karakter mahasiswa. Melalui organisasi, mahasiswa tidak hanya belajar menjalankan program kerja, tetapi juga mengasah kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengambil keputusan, dan bertanggung jawab.

Baca Juga :   Unsur Tiga Pilar Kecamatan Kalideres Sosialisasi Kepada Masyarakat Tentang PSBB

Sementara itu, Liza Fitriani mengangkat tema kepemimpinan dengan menekankan bahwa setiap orang pada dasarnya memiliki potensi untuk menjadi pemimpin.

“Setidaknya, kita adalah pemimpin bagi diri sendiri,” tegas Liza dalam pemaparannya.

Menurut Liza, kepemimpinan tidak semata-mata ditentukan oleh jabatan, status sosial, ataupun latar belakang seseorang. Kepemimpinan justru dimulai dari kemampuan mengenali diri sendiri, mengelola potensi, menentukan arah, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Menyinggung Privilege dan Perjuangan Seorang Perintis

Dalam celetukan pembuka pemaparannya, Liza juga menyinggung perbedaan latar belakang dirinya dengan Sewitri. Ia menggambarkan bagaimana privilege atau keistimewaan yang dimiliki seseorang dapat memberikan titik awal yang berbeda dalam perjalanan menuju keberhasilan.

Baca Juga :   MERAWAT HUBUNGAN HUMANIS : KALAPAS DAN WBP SANTAP MAKAN SIANG BERSAMA DI TENGAH SUASANA IDUL ADHA

“Saya dan Bu Sewitri ini beda latar belakang. Karena Bu Sewitri lahir dari privilege yang luar biasa, anak dari seorang bupati yang sudah punya nama dan panggung. Sementara saya perintis yang membutuhkan tenaga jauh lebih besar,” ujar Liza.

Pernyataan tersebut menjadi pengantar untuk menggambarkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan dan tantangan yang berbeda dalam membangun kapasitas serta meraih kesempatan.

Namun, perbedaan latar belakang bukan alasan untuk berhenti berkembang. Bagi mahasiswa, pesan ini menjadi pengingat bahwa proses membangun diri membutuhkan kemauan belajar, keberanian mengambil peluang, dan konsistensi dalam berjuang.

Pengalaman berorganisasi, menurut pesan yang disampaikan dalam seminar tersebut, dapat menjadi salah satu ruang untuk mengasah kemampuan dan membangun kepercayaan diri, terlepas dari latar belakang masing-masing individu.

Baca Juga :   Kantor Wali Nagari Simarasok Di Demo Warga, Masyarakat Mintak Wali Nagari Untuk Mundur

“konsep The 4 Pillars of Leadership atau empat pilar kepemimpinan yang dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa dalam mengembangkan kapasitas diri. Lead Self, Lead Others, Lead Change, dan Lead Future. ” Jelas Liza.

Liza menekankan pentingnya mengubah pola pikir atau mindset menjadi growth mindset.

Growth mindset merupakan pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan dan kapasitas diri dapat terus dikembangkan melalui proses belajar, latihan, pengalaman, serta kemauan menerima masukan. (Rls)