Buka Puasa Bersama Tokoh Adat, Bupati Benny Dwifa Serukan Peran Aktif Ninik Mamak dan Bundo Kanduang di Sijunjung

cMczone.com, Sijunjung — Bupati Benny Dwifa Yuswir menggelar buka puasa bersama LKAAM, KAN, dan Bundo Kanduang se-Kabupaten Sijunjung di Rumah Dinas Bupati, Kamis (26/2/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran adat dalam menjaga moral dan masa depan generasi muda.

Hadir kesempatan itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sijunjung, Ny. Nedia Fitri Benny Dwifa, Kepala Bapppeda, Khamsiardi, Kepala BKAD, Defri Antoni, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Puji Basuki dan Kepala Kesbangpol, Kardiray.

Dalam sambutannya, Bupati menyebut bahwa pemangku kepentingan tertinggi dalam tatanan sosial masyarakat Minangkabau adalah ninik mamak. Ia menyoroti realitas sosial hari ini, di mana otoritas orang tua dan tokoh adat semakin melemah di tengah perkembangan teknologi dan perubahan perilaku generasi muda.

Baca Juga :   Iptu Bambang | Kanit Intel Raih Juara Basis Deteksi Polda Riau 

“Hari ini, bukan hanya ninik mamak, bahkan orang tua pun tidak ditakuti oleh anak-anak. Ini realita yang kita hadapi. Pemerintah tidak akan mampu menyelesaikan persoalan ini sendiri jika di dalam kaum tidak diselesaikan. Mari kita beri pemahaman kepada anak cucu kemenakan kita di keluarga,” ajaknya.

Menurut Benny, ninik mamak merupakan sentra utama dalam menjaga keberlanjutan generasi. Ia berharap peran ninik mamak kembali hidup dan aktif sebagai benteng moral, iman, dan adab anak-anak di lingkungan kaum.

Bupati juga membandingkan kondisi pendidikan masa lalu dan sekarang, di mana dahulu teguran guru didukung penuh orang tua, sementara kini justru sering berujung konflik hukum.

“Kalau mental, iman, dan takwa anak-anak kita tidak dibekali, maka masa depan generasi kita terancam. Kami ingin ninik mamak dan bundo kanduang kembali memegang peran itu di lingkungan kaum,” ujarnya.

Baca Juga :   Buruh Tertindas DPN SBSI Akan Laporkan PTPN V Kepada Menteri Tenaga Kerja Dan Menteri BUMN 

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Daerah telah mengantisipasi perlindungan sosial bagi ninik mamak melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi ninik mamak yang mengalami kecelakaan kerja.

Lebih lanjut, Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menjadikan efisiensi sebagai alasan mengurangi pelayanan kepada masyarakat.

“Tidak ada alasan efisiensi untuk masyarakat. Apa pun akan kita lakukan yang terbaik untuk masyarakat. Program partisipatif sudah kita launching, itu bentuk kolaboratif yang melibatkan pemerintah, nagari, dunia usaha, masyarakat, hingga perantau,” kata Bupati dua periode itu.

Terkait program nasional, Benny meminta dukungan ninik mamak dan Ketua KAN nagari untuk penyediaan lahan bagi Koperasi Desa Merah Putih. Ia mengajak ninik mamak yang memiliki tanah ulayat atau tanah berlebih untuk menghibahkannya demi pengembangan ekonomi nagari, baik di sektor perdagangan maupun pertanian.

Baca Juga :   Hendak Beli Makanan Manuel Dikeroyok "Preman"

Selain itu, Ia juga menyinggung persoalan pertambangan rakyat melalui skema Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang akan dilegalkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

“Kalau IPR keluar, masyarakat akan sejahtera. Yang ilegal menjadi legal. Pemerintah tidak melarang, tapi melegalkan agar masyarakat tenang dan sejahtera,” jelasnya.

Kehadiran ninik mamak dan bundo kanduang dalam kegiatan buka puasa bersama ini, menurut Benny, menjadi energi dan semangat baru bagi Pemerintah Daerah Sijunjung untuk terus membangun daerah berbasis nilai adat, agama, dan budaya, dalam bentuk kolaborasi antara pemerintah dan tokoh adat. (*)