Bupati Sijunjung Sambut Mahasiswa KKN Unand, Dorong Lahirnya Solusi Nyata untuk Pembangunan Daerah

cMczone.com, Sijunjung – Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir Sutan Gumilang resmi menerima 23 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Andalas (Unand) Tahun 2026 yang akan melaksanakan pengabdian di Kecamatan Sijunjung.

Penerimaan itu berlangsung di Operation Room Kantor Bupati Sijunjung, Rabu (8/7/2026),

Program KKN Tematik ini menjadi wujud kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam menghadirkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat.

Selama 40 hari ke depan, para mahasiswa akan tinggal dan berbaur dengan warga setempat. Mereka bertugas menggali potensi lokal, memetakan permasalahan, serta merumuskan solusi konkret guna mendukung pembangunan nagari.

Bupati Benny Dwifa Yuswir menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Andalas yang kembali memilih Kabupaten Sijunjung sebagai lokasi pengabdian mahasiswa. Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan berbasis riset dan kebutuhan masyarakat.

“Selamat datang kepada seluruh mahasiswa dan dosen pembimbing. Kehadiran ini kami harapkan tidak hanya menjadi kegiatan akademik, tetapi juga benar-benar menyatu dengan masyarakat dan menghadirkan solusi bagi pembangunan daerah,” ujar Benny.

Baca Juga :   Pasca Hujan Petugas DPKP Bersihkan Lumpur di Jalan Daeng Kamboja

Bupati mengingatkan agar masa pengabdian selama 40 hari dimanfaatkan secara optimal. Mahasiswa diminta segera beradaptasi dengan lingkungan, memahami karakter masyarakat, serta menyusun program kerja yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan, kesehatan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan selama menjalankan KKN. Mahasiswa diharapkan selalu berkoordinasi dengan pemerintah nagari, dosen pembimbing lapangan, dan pihak terkait agar seluruh program berjalan efektif.

“Kami berharap mahasiswa KKN mampu menjadi agen perubahan yang menumbuhkan optimisme, empati, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Hadirkan solusi sederhana, namun berdampak nyata bagi kemajuan nagari,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua rombongan Universitas Andalas, Prof. Dr. Eng. Ir. Febrin Anas Ismail, M.T., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sijunjung atas sambutan hangat yang diberikan kepada mahasiswa KKN Tematik Tahun 2026.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan KKN Universitas Andalas tahun ini digelar secara serentak di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Namun, Kabupaten Sijunjung menjadi daerah yang secara langsung menyambut mahasiswa KKN oleh kepala daerah.

Baca Juga :   Pemprov Kepri Siapkan Rp 3 Miliar untuk Juru Dakwah se-KepriĀ 

“Hari ini mahasiswa KKN Universitas Andalas disebarkan secara serentak di kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Namun, yang disambut langsung oleh bupati adalah di Kabupaten Sijunjung. Terima kasih banyak kepada Pak Bupati atas sambutan dan dukungannya,” ujar Febrin.

Ia menjelaskan, sebanyak 23 mahasiswa yang diterjunkan berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Budaya, dan Fakultas Teknologi Informasi. Kolaborasi lintas disiplin ilmu tersebut diharapkan mampu menghasilkan program pengabdian yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung upaya pelestarian budaya dan pengembangan kawasan wisata berbasis teknologi.

Menurutnya, fokus utama KKN Tematik tahun ini adalah menggali potensi sejarah dan budaya di kawasan Perkampungan Adat Sijunjung serta Muaro Sijunjung melalui pendekatan digital.

“Kami akan mendokumentasikan berbagai potensi budaya yang ada, kemudian membangun basis data berbentuk sistem informasi berbasis web. Nantinya akan menjadi jendela informasi tentang Muaro Sijunjung dan Perkampungan Adat yang dapat diakses masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.

Baca Juga :   Peringatan Hari Pahlawan, BEM Universitas Islam Riau Berziarah Ke Makam Pahlawan

Lebih lanjut, ia mengatakan sistem tersebut akan dikembangkan secara terintegrasi dengan Geographic Information System (GIS) sehingga seluruh informasi mengenai kawasan adat dapat ditampilkan secara digital.

“Dengan sistem GIS, nantinya cukup dengan mengklik titik lokasi, masyarakat dapat mengetahui siapa pemilik rumah gadang, sejarah bangunannya, hingga berbagai informasi lainnya. Kami juga akan menyusun berbagai peta tematik sebagai bagian dari upaya dokumentasi kawasan adat,” katanya.

Selain pengembangan sistem informasi, tim KKN Tematik juga akan melakukan kajian terhadap penataan kawasan Perkampungan Adat Sijunjung. Mahasiswa dari bidang arsitektur akan meninjau kembali masterplan yang telah ada untuk memberikan masukan dan rekomendasi pengembangan kawasan yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

“Kami ingin bagaimana konsep Perkampungan Adat ini dapat diwujudkan dalam bentuk fisik yang lebih ideal. Karena itu, keberadaan mahasiswa arsitektur diharapkan mampu mereview masterplan lama dan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian ilmiah,” tutupnya.(dicko)