Pasar Inpres Muaro Raih Peringkat III Pasar Pangan Aman Regional Barat 2026, Bupati Benny Dwifa : Keamanan Pangan Bagian Penting Dalam Melindungi Kesehatan Keluarga

cMczone.com, Sijunjung – Pasar Inpres Muaro, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, meraih peringkat III Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) Regional Barat Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPOM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D., kepada Bupati Sijunjung, Dr. Benny Dwifa Yuswir, S.STP., M.Si., di Aula Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026).

Pada kesempatan itu, Bupati Benny Dwifa didampingi oleh Kepala Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Hasmizon, SE, M.Si serta Kepala BPOM Kabupaten Sijunjung, Putra Gusrianto.

Capaian ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Balai POM di Sijunjung, pengelola pasar, kader pasar, pedagang, dan masyarakat dalam meningkatkan keamanan pangan di pasar rakyat.

Baca Juga :   Peringati HUT RI Ke- 73, Ibu - Ibu Kelurahan Gunung Lengkuas Main Bola Pakai Sarung.

Bupati Benny Dwifa Yuswir mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan pasar yang aman bagi masyarakat. Menurutnya, keamanan pangan menjadi bagian penting dalam melindungi kesehatan keluarga.

“Pasar yang bersih, higienis, dan terbebas dari bahan berbahaya adalah fondasi penting dalam melindungi kesehatan keluarga. Dari pangan yang aman dan bergizi inilah, kita dapat mencetak generasi masa depan yang sehat, kuat, serta terbebas dari ancaman stunting,” ujar Benny usai menerima penghargaan itu.

Ia menegaskan, keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pengawasan harus dilakukan secara terpadu di sepanjang rantai pangan agar perlindungan terhadap konsumen semakin optimal.

Baca Juga :   Legislator DPRD Provinsi Riau Noviwaldi Jusman (Deded) Meninggal Dunia

“Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan pasar dan memperkuat sinergi dalam mewujudkan pasar pangan aman di Ranah Lansek Manih,” tukasnya.

Sementara, Kepala Balai POM di Sijunjung, Putra Gusrianto menyebut program PPABK itu bertujuan untuk meningkatkan keamanan pangan yang dijual di pasar rakyat, termasuk mencegah penyalahgunaan bahan berbahaya seperti boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.

Dikatakan Putra, Pasar Inpres Muaro merupakan lokus program PPABK pada 2025.

“Pendampingan yang dilakukan meliputi bimbingan teknis bagi kader pasar, sosialisasi keamanan pangan, pengujian sampel pangan menggunakan metode rapid test, serta pengawasan pangan olahan melalui prinsip Cek KLIK, yakni cek kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa,” ungkapnya.

Baca Juga :   Tingkatkan Keamanan dan Kewaspadaan Jelang Bulan Ramadhan, Lapas Pekanbaru Ikuti Penguatan dari Kepala Kanwil Ditjenpas Riau

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat pengawasan pangan sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap keamanan produk yang dijual di pasar tradisional.

“Program ini juga telah direplikasi untuk diterapkan di Pasar Sijunjung,” kata Putra.

Pemerintah Kabupaten Sijunjung bersama Balai POM di Sijunjung berkomitmen melanjutkan program tersebut dan memperluas penerapannya ke pasar rakyat lainnya.(dicko)