oleh

Nakes Covid-19 Padang Panjang Kembalikan Insentif, Ini Kata Presidium MKAN Basko PP

PADANGPANJANG, CMCZONE.COM— Presidium Majelis Kerapatan Adat Nagari (MKAN) Batipuh X Koto Padang Panjang, Basrizal DT. Panghulu Basa, mengapresiasi sikap para tenaga kesehatan (nakes) Covid-19 RSUD Padang Panjang yang mengembalikan insentif, karena justru dianggap telah melukai hati dan perasaan mereka.

“Sepanjang tidak didasari alasan besaran nilai ekonomi atau nilai rupiah, maka pengembalian insentif oleh para nakes di Padang Panjang, merupakan tindakan terpuji dan sangat layak diapresiasi,” kata Basrizal yang juga Ketua 1 Bakor KAN Sumbar itu, Kamis (21/5).

Basrizal mengatakan, para nakes dipujikan karena tentunya lebih mengedepankan pertimbangan adabiyah dalam menjalankan profesi yang tugas yang diembannya. Yakni interaksi atau pengabdian yang mereka lakukan untuk masyarakat, lebih karena berdasarkan pada kepentingan moral, rasa kemanusiaan dan tanggungjawab sosial.

Baca Juga :   Ribuan warga hadiri Tabligh Akbar Bersama Ustadz Abdul Somad

“Sementara kebijakan pimpinan yang memberikan insentif, cenderung didasari pada pandangan maddiyah. Dimana nakes dalam bekerja diniliai lebih karena motivasi materi,” ujar Basrizal.

Basrizal yang warga Silaiang Bawah Kota Padang Panjang itu menyebutkan, munculnya mispersepsi tersebut, bisa dipastikan terjadi karena kurang terjalin dan terbukanya komunikasi antara pimpinan dengan bawahan.  Tidak terbangunnya komunikasi, mengakibatkan pimpinan gagal dalam memahami selera bawahan. “Sehingga ada aspirasi dan keinginan bawahan yang tidak terakomodir,” katanya.

Basrizal mengatakan, kepemimpinan yang baik tidak saja karena kecerdasan, tapi juga membutuhkan kearifan dan kebijaksanaan. Kecerdasan lebih karena dorongan pikiran, sementara kearifan dan kebijaksanaan lebih karena dorongan hati nurani.

“Jika kemampuan pikiran dan hati nurani ini bisa dikolaborasikan, tentu kepemimpinan akan dapat berjalan baik dan hubungan dengan bawahan akan berjalan harmonis. Dan persoalan pengembalian insentif oleh para nakes Padang Panjang ini, saya pastikan tidak akan terjadi,” tandas Basrizal.

Baca Juga :   Kapolres Kampar Besuk Korban Insiden Pecahnya Lelo.

Tokoh masyarakat Kota Padang Panjang yang juga Ketua DPC LPM Padang Panjang Barat, Masri Edwar, sepakat jika persoalan tersebut tidak akan terjadi jika pemerintah daerah terbuka dan transparan dalam membangun komunikasi. Apalagi, alasan-alasan dibalik pengembalian insentif itu, juga sudah dijelaskan seterang-terangnya oleh para nakes sejak jauh-jauh hari.

“Apakah memang tidak ada komunikasi sejak awal, hingga rentang waktu berjalan?. Kenapa didiamkan begitu saja, tidak jadi perhatian, tidak dijadikan pertimbangan,” kata Masri Edwar.

Salah seorang nakes RSUD Padang Panjang yang dihubungi tadi siang menyebutkan, walaupun tanpa adanya pemberian insentif, mereka tetap akan mengabdi sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. “Insya Allah, tanpa insentif itu, kami tetap akan mengabdi. Karena ini adalah pekerjaan kami, ladang amal kami. Yang pasti, ini bukan soal angka-angka, namun lebih kepada nilai-nilai,” kata nakes yang minta namanya tidak ditulis itu.

Baca Juga :   Wako Diminta Lantik Pejabat Eselon III & IV

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Nuryanuwar tadi malam mengatakan, pihaknya akan menggali informasi lebih lanjut terkait persoalan pengembalian insentif oleh para nakes tersebut. “Sebaiknya kita cari tahu informasi ini terlebih dahulu. Karena sepengetahuan dan sepanjang perjalanan kedinasan saya, belum pernah ada peristiwa seperti ini. Kita tunggu laporan pak Direktur dulu,” kata Nuryanuwar. RYAN SYAIR/BIMA

Loading...

Komentar

Berita Lainnya