oleh

Lagi, Aktivis Muda ini Uji Komitmen Polda Maluku Utara Soal Tiga Dugaan Kasus di Kepsul

Maluku Utara, (cMczone.com) – Belum lama angkat bicara soal berantas dugaan oknum mafia BBM beberapa hari lalu, kini di hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang Ke-75, Aktivis Muda asal Mangoli Utara, M. Rifai Umasugi kembali menguji komitmen pihak Polisi Daerah (Polda) Maluku Utara untuk menuntuntaskan tiga dugaan kasus yang ada di Kabupaten Kepulauan Sula.

Dugaan kasus yang disentil aktivis muda itu, diantaranya dugaan kasus Penistaan agama, dugaan kasus proyek oleh Dinas PU-PR Sula, serta dugaan kasus oknum mafia dari harga BBM yang tak sesuai HET.

Dalam penilaiannya bahwa, masih banyak dugaan kasus yang terbengkalai untuk perlu dituntaskan oleh pihak penegak hukum.

Baca Juga :   Suap Patrialis Akbar, Anggota DPR Minta Evaluasi Kontrol MK

“Saya mengamati, masih banyak kasus yang saat ini terjadi di beberapa Kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara yang hingga kini belum juga dapat terselesaikan,” ungkap Rifai, pada wartawan, Senin (17/08/2020).

Terkait beberapa masalah yang perlu ditelusuri sebagai bentuk komitmen dari pihak penegak hukum, dirinya mengusulkan dengan tiga dugaan kasus yang ada di Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

“Jangan jauh-jauh, di Kabupaten Kepulauan Sula tempat lahir saya, saat ini begitu banyak kasus yang terjadi, dari mulai kasus penistaan agama, maraknya kasus korupsi proyek yang merugikan negara hingga miliaran rupiah, dan bahkan kasus mafia minyak yang menyusahkan masyarakat saat ini yang terjadi di Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauaan Sula,” cetusnya.

Baca Juga :   Team Opsnal Sat ResNarkoba Polres Kampar Ciduk Bandar Narkoba.

Anggota Kader HMI Cabang Ternate itu juga, mengharapkan agar Polisi Daerah (Polda) Maluku Utara, segera mengusut tuntas masalah-masalah yang ada, satu diantaranya terkait dugaan mafia BBM yang terjadi di Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula.

“Harap saya, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara, tetap berkomitmen untuk memberantas korupsi di Malut, dan menangkap para mafia minyak yang ada di Kepsul, agar sama-sama kita jadikan Provinsi Maluku Utara menjadi Provinsi yang menjunjung tinggi keadilan sebagaimana yang tertuang dalam UUD 1945 dan Pancasila,” harapnya.

Komentar

Berita Lainnya