oleh

Anak Nagori Lubuak Batingkok : Kadis PU-PR 50 Kota membuat ‘ Opini ‘ yang menyesatkan

LIMAPULUH KOTA,cmczone.com-Statemen atau pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Dinas PU-PR Kabupaten 50 Kota Hj.Yunire Yunirman ,ST MSi yang di tayang kan oleh Liputan Sumbar TV ( LS-TV ) dan di Upload Ke YouTube pada tanggal 14 Oktober 2020 menimbulkan Reaksi PENOLAKAN besar besaran dari masyarakat Nagari nagari yang terdampak langsung oleh pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera ( JTTS ) tersebut.

Dalam Pernyataannya Kadis PU-PR mengatakan bahwa ‘ Setelah melakukan sosialisasi di 8 Nagari yang ada di Kabupaten 50 Kota yang terdampak JTTS, masyarakat ‘ Menyambut baik ‘ pembangunan jalan strategis nasional ini ‘ ujar Yunire di Video tersebut.

Hal tersebut di bantah keras oleh Bendahara KAN Lubuak Batingkok RS Dt.Patiah , Bundo Kanduang Ezi Fitriani , Alim Ulama Syafril , Tokoh Pemuda Ahmad Yani dan Jimmi Y.utama dalam kanal YouTube Ezi Fitriana.

Baca Juga :   Longsor Di Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman

RS Dt.Patiah mengatakan kepada media ‘ Masyarakat yang hadir di Tifa Cafe untuk Sosialisasi dengan Pihak Tol yang di fasilitasi oleh Pemkab 50 ( Kadis PU-PR ) , kami yang hadir tidak pernah menyatakan sikap menyambut baik atau menerima jalur tol melewati pemukiman penduduk , karena tidak ada pembahasan tentang itu.Dan apa yang di sampaikan oleh Kadis Pu-Pr itu jelas bukan fakta , itu hanya ‘ opini ‘ yang menyesatkan ‘ sesalnya.

Selanjutnya beliau mengatakan ‘ Setelah pertemuan di Tifa Cafe Kalau ada pertanyaan tentang tol di pertemuan tersebut , kami pasti menolaknya karena beberapa waktu setelah itu , kami mengadakan musyawarah dengan mengundang seluruh unsur yang ada di masyarakat dengan keputusan secara bulat ‘ Bahwa kami menolak pembangunan jalur tol dengan mengorbankan rumah, sarana ibadah , balai adat , lahan produktif ,dll yang ada di Nagari ‘ tegasnya.

Baca Juga :   Cabub Agam 2020 DR.H.Andri Warman MM Hadir dalam Peletakan batu pertama Balai Pemuda Jorong Lurah dalam Nagari Pasia Laweh Kecamatan Palupuah

‘ Kami bukan menolak proyek strategis nasional tersebut , tapi yang kami tolak adalah jalur tol tersebut membelah pemukiman kami ‘ tukuk Syafril ‘ Buya pirin ‘ yang mewakili alim ulama.

Selanjutnya tokoh Bundo Kanduang yang mewakili ‘ amai-amai’ juga mengatakan ‘ Tanah , Rumah dan lahan yang kami tempati sekarang adalah turun temurun dari generasi sebelumnya yang tidak mungkin kami ‘ korbankan’ untuk proyek tersebut karena akan memutus jejak peradaban kami yang sudah ratusan tahun dan akan membuat histori kami tercerabut dari struktur dan akarnya lalu lenyap tak berbekas’ ujar Ezi yang di Amini oleh Bundo Kanduang yang lain.

Selanjutnya Ezi Fitriana mengatakan ‘ Kami bukan anti pembangunan tapi yang kami harapkan semoga apa yang menjadi dasar penolakan kami bisa menjadi pertimbangan bagi pihak2 terkait di mulai dari pihak Tol , pemerintah Tingkat 2 ( Kabupaten ), Provinsi dan Pusat ‘ lanjut Bundo Kanduang ini.

Baca Juga :   Kontraktor pembangunan Puskesmas Palupuah Alergi dengan Wartawan

Melengkapi penolakan tersebut , 2 tokoh pemuda Ahmad Yani dan Jimmi juga bersuara ‘ Kami setuju dengan para tokoh kami di Nagari karena dengan itu kami menolak jalur tol tersebut dengan alasan di sini kami di lahirkan dan di besarkan yang mungkin juga di kuburkan nantinya ‘ ujar mereka serempak.

Selanjutnya Dt. Patiah mewakili Anak Nagori akan menyurati Kadis PU-PR 50 Kota Hj.Yunire Yunirman untuk membuat Klarifikasi tentang Videonya tersebut dan meminta Pihak Media Liputan Sumbar ( LS-TV ) untuk menayangkan berita yang berimbang ke depannya dengan meminta klarifikasi dari Pihak pihak Lain dalam hal ini Nagari Nagari yang terdampak.

Tim Sumbar

Komentar

Berita Lainnya