Tak Ter Bantah kan: issu Nepotisme Mencuat, Pemdes Desa Lagan Tengah dikuasai Keluarga Kades

  • Bagikan

TANJABTIM, (cmczone.com)- Bak layaknya Sebuah kerajaan yang dikuasai penuh keluarga sang raja, begitulah kira-kira gambaran jika melihat pemerintahan Desa Lagan Tengah Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjab Timur ini, Memang benar di Dalam undang-undang belum ada Soal larangan tentang penunjukan Staf atau pun perankat desa dari keluarga Kades, namun kehawatiran Mencuat di tengah Masyarakat ,diduga takut Jadi timbul (KKN) dalam Menjalan kan Roda Pemerinta Desa itu sendiri.

Desa yang dipimpin sang Kades yang bernama Muhammad Yusuf ini tengah menjadi sorotan tajam ditengah masyarakat desa lagan tengah. Pasalnya, seluruh jabatan strategis di desa tersebut diisukan dijabat oleh keluarga sang kades. Mulai dari Sekdes, Bendahara, Ketua TPK, Kadus, direktur Bumdes, dan anggota BPD dibidang pembangunan.

Baca Juga :   KOAR Parlemen Ogah Calon Senator Terlibat Korupsi Masuk Senayan

“Iya benar bang, itu keluarga kades yang mendominasi jabatan di desa ini. Sekdesnya itukan adek kandung kades yang bungsu , bendaharanya Ponaan kades, pak Kadus Reza Pahlevi itu yang merangkap ketua TPK itu juga ponaan kades, direktur bumdes itu ipar Kades suami dari sekdes, bidang pembangunan di BPD ponaan kades juga, itukan istri dari TPK yang merangkap Kadus sekarang. Mohon maaf bang, kalau sudah begitu sudahlah masyarakat jadi penonton be, dak ada yang saling mengawasi karna mereka keluarga semua,” Jelas salah satu warga yang enggan namanya di publikasikan, Jumat(28/05/2021) kemaren.

Menanggapi hal tersebut, Camat Geragai justru merasa aneh karna persoalan itu menurutnya sudah terjadi beberapa tahun yang lalu dan menjadi pertanyaanya kenapa persoalan itu diungkit kembali.

Baca Juga :   Hingga 4 Hari Hilang, Satu Nelayan Asal Desa Nunu Belum ditemukan

“Ini kan sudah lama mau diulangi lagi, itu sudah lama udah beberapa tahun kok ditanya lagi. Itu sebenarnya selagi tidak melanggar aturan yaa tidak masalah, tapi tidak semuanya keluarganya itu, hanya sekdesnya” Jelasnya. Sabtu(29/05/2021)

Suwandi juga menjelaskan bahwa sebelumnya telah dibuka secara umum untuk menempati posisi yang kosong karna banyak yang mengundurkan diri.

“Sebelumnya kan telah dibuka secara umum, sudah ada yang masuk cuma banyak mengundurkan diri mungkin merasa tidak cocok, yaa daripada kosong mau gmna lagi. Sebenarnya kalau nepotisme tidak bagus, cuma mau gimana lagi, kosongkan tidak mungkin. Kmren itu banyak yang mundur karna merasa tidak cocok mungkin, seperti bendaharawan aidil mengundurkan diri dak cocok, ya mungkin pengaruh itu”Tambahnya.

Baca Juga :   Terkait Dugaan Kerusakan Beberapa Bangunan Fisik di Desa Tri Mulya, LSM JPK Desak Inspektorat Untuk Kroscek

 

Penulis: Sahrul

Editor:Riki Hidayat

  • Bagikan
error: Content is protected !!