Wahh, Main Parap:Kepsek SDN 166/X Pandan Jaya Diduga Palsukan Tanda Tangan Ketua Komite

  • Bagikan

TANJAB TIMUR, cMczone.com- Penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Di SDN 166/X Pandan Jaya Kecamatan Geragai Kabupaten Tanjung Jabung Timur tuai sorotan, pasalnya Erdin (Kepsek SDN 166/X) Pandan Jaya Diduga palsukan Tanda Tangan Ketua Komite. Hal ini diungkapkan Sunarto (Ketua Komite SDN 166/X) Pandan Jaya Selama Erdin menjabat kurang lebih selama Lima tahun baru Empat kali menanda tangani SPJ Dana BOS.

Sunarto (ketua Komite SDN 166/X) Pandan Jaya juga mengatakan kepada awak Media bahwa dirinya jarang dilibatkan didalam pengelolaan dana BOS tersebut dan Rapat tahunan juga jarang dilakukan. Sunarto juga membandingkan antara Kepsek sekarang dengan Kepsek sebelumnya jauh berbeda, pasalnya Kepsek sebelumnya selalu melakukan komunikasi terkait pengelolaan dana BOS sedangkan Kepsek sekarang dinilai jarang melakukan komunikasi didalam pengelolaan dana BOS tersebut. Rabu, 21/07/2021.

Baca Juga :   Personil TMMD/N ke 111 Laksanakan Penyuluhan Tentang Destinasi Wisata

Diungkapkan Sunarto, bahwa pernah mengingatkan kepada Erdin (Kepsek SDN 166/X) Pandan Jaya agar transparan dalam pengelolaan dana BOS tetapi sepertinya tidak ditanggapi. Dan yang lebih mirisnya lagi Stempel Komite Sekolah dipinjam Kepsek untuk keperluan kerjanya dengan alasan jarak rumah yang jauh.

“Seingat Saya selama Pak Kepsek sekarang menjabat kurang lebih selama Lima tahun baru Empat atau Lima kalilah saya menanda tangani SPJ Dana BOS, Saya juga jarang terlibat dalam pengelolaannya sehingga saya juga banyak tidak tahu terkait Dana BOS Di SDN 166/X Pandan Jaya ini,” jelasnya.

“Stempel Komite saja masih Dipinjam sama Kepseknya dan sampai sekarang belum dikembalikan, saya juga merasakan perbedaan antara Kepsek sekarang dengan Kepsek sebelumnya. Kalau Kepsek sebelumnya itu enak mas..kami selalu berkomunikasi terkait Dana BOS Dan juga Kepsek sebelumnya tidak mau pinjam Stempel Komite, Ya, kalau Dia perlu Dia datang ke rumah saya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kapolda Sumut minta Pelaku usaha Patuhi Aturan PPKM Mikro

Ditempat terpisah Rohima (Bendahara SDN 166/X) Pandan Jaya Mengungkapkan, bahwa pernah mengusulkan kepada kepsek untuk rapat membahas terkait pengelolaan Dana BOS tetapi tidak dilakukan. Rohima juga mengatakan, Sebenarnya Dia tahu bahwa praktek itu Diduga tidak benar namun karena terpaksa mengancam karirnya Dia terpaksa mengikuti persoalan yang Dia tidak tahu.

“Saya sudah mengusulkan dengan Kepseknya untuk dirapatkan terkait pengelolaan dana BOS tetapi tidak dilakukan dan Saya juga tahu bahwa praktek itu Diduga tidak benar namun Saya terpaksa lakukan karena Saya diintimidasi terkait karir saya disekolah,” Tutupnya.

  • Bagikan