Keinginan Masyarakat Karimun Akan Diperjuangkan ke Tingkat Pusat

  • Bagikan

cMczone.com – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad, memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Karimun serta masyarakatnya. 

Pasalnya, sejauh ini capaian pembangunan cukup baik dan membanggakan. Hal ini, menurut Ansar, merupakan modal dasar untuk memotivasi semangat semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dalam memperjuangkan apa saja yang ingin dicapai oleh masyaraKat Karimun ke tingkat pusat.

“Momen ini merupakan ajang untuk evaluasi, mengukur, menilai  keberhasilan-keberhasilan yang sudah kita capai dan mempercepat perjalanan program yang sudah kita selesaikan, agar kedepan lebih baik lagi,” kata Ansar, saat menghadiri Hari jadi Kabupaten karimun ke-22, Rabu (13/10/2021) di Karimun.

Pemerintah saat ini dihadapkan dengan kebutuhan masyarakat yang dinamis. Sehingga dibutuhkan kesungguhan, kerja keras semua pihak, agar semua kebutuhan tersebut bisa dipenuhi. Bahkan, walaupun saat ini sedang dilanda krisis keuangan karena pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Baca Juga :   Protes Dugaan Penyalahgunaan Anggaran JKN di Dinkes Labuhanbatu

“Tidak ada cara lain, kecuali kerja keras dan kebijakan pengetatan keuangan daerah, agar uang yang ada bisa digunakan dengan skala prioritas,” tegas Ansar.

Ansar juga mengingatkan tiga program penting yang harus dilakukan pemerintah saat ini, yang merupakan turunan kebijakan dari pemerintah pusat.

Yakni menyangkut penanganan Covid-19, Perlindungan Sosial dan Pemulihan Ekonomi serta akselerasi Pertumbuhan Investasi dan Ekosistem Ekonomi yang lebih baik.

Saat ini pandemi di Kepri ditegaskan Ansar, sudah melandai, namun pemerintah daerah bersama stakeholder lainnya harus terus mengawal, agar tidak terjadi fluktuasi lagi.

“Berdasarkan asesmen yang diumumkan oleh Kementerian Kesehatan, berdasarkan berbagai penilaian pendukung, bahwa Kepri saat ini menjadi satu-satunya provinsi di Indonesia yang berada di level 1 PPKM-nya,” ungkap Ansar.

Baca Juga :   MIRIS! GEDUNG MTs NURUL ILMI RUSAK PARAH, TAK ADA PERHATIAN DARI PEMERINTAH.

Meski saat ini belum semua kabupaten dan kota di Kepri berada di level 1, namun Ansar yakin, bahwa berdasarkan pengumuman assesment berikutnya akan ada tambahan kabupaten dan kota di Kepri yang akan turun ke level 1.

Dan jika semua daerah sudah berada di level 1, maka mobilitas orang antar daerah akan lebih longgar dan kebijakan pemulihan ekonomi bisa berjalan leluasa lagi.

“Namun demikian, prokes harus tetap kita berlakukan dengan ketat,” tegas Ansar lagi.

Dalam kesempatan ini, Ansar juga menyampaikan sejumlah program kerja untuk Pemprov Kepri di Kabupaten Karimun, diantaranya rencana Pembangunan Gedung Workshop, yang rencananya akan restrukturisasi, dan bahkan sudah ada pembicaraan dengan Menteri Tenaga Kerja.

Rencana gedungnya pemerintah daerah yang membangun, sementara kebutuhan peralatannya akan diisi oleh pemerintah pusat.

Kemudian, menyangkut pengembangan Bandara Raja Haji Abdullah, yakni rencana perpanjangan landasan dari 1200 meter menjadi 1600 meter sudah ditinjau bersama Kementerian Perhubungan.

Baca Juga :   Harga Emas Terus Mengalami Kenaikan

Menyangkut pembebasan lahan, pemerintah pusat minta disegerakan oleh pemerintah daerah, yakni dengan sistem bagi anggaran antara Pemerintah Kabupaten Karimun dan Pemprov Kepri.

“Ini Sha Allah tahun 2022 akan kita bebaskan dan sudah kita sampaikan ke presiden waktu beliau ke Batam. Karena problem di Karimun adalah bandara. Setidaknya diperpanjang, agar pesawat lebih besar bisa masuk,” kata Ansar.

Program lainnya adalah mengenai Pelabuhan Molarko serta rencana Free Trade Zone (FTZ) menyeluruh di Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun.

“Ini semua jadi prioritas Pemprov Kepri yang kita kejar ke pusat. Semoga saja semua berjalan lancar dan pertumbuhan perekonomian di Kepri bisa merata,” tutup Ansar.

Editor : Budi Adriansyah

  • Bagikan