Ini 5 Provinsi dengan Angka Kesembuhan Covid-19 Tertinggi, Termasuk Kepri

cMczone.com – Perkembangan penanganan pandemi Covid-19 per 14 Januari 2022 secara nasional menunjukkan angka kesembuhan harian sebesar 353 orang sembuh per hari. Angka kumulatif bertambah melebihi 4,1 juta orang sembuh atau tepatnya 4.117.700 orang (96,4%).

Pada kasus aktif atau pasien positif yang masih membutuhkan perawatan medis, bertambah 489 kasus dan kumulatif menjadi 7.877 kasus (0,2%).

Sementara pasien terkonfirmasi positif (RT-PCR/TCM dan rapid antigen), hari ini bertambah sebanyak 850 kasus dan kumulatifnya, atau jumlah pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama hingga hari ini mencapai 4.269.740 kasus.

Samping itu, pasien meninggal bertambah 8 kasus dan kumulatif mencapai 144.163 kasus (3,4%). Selain itu, dari hasil uji laboratorium per hari, spesimen selesai diperiksa (RT-PCR/TCM dan rapid test antigen) per hari sebanyak 280.563 spesimen dengan jumlah suspek sebanyak 5.383 kasus.

Untuk perkembangan program vaksinasi, penerima vaksin ke-1 bertambah 1.043.329 orang dengan totalnya melebihi 174 juta orang atau 174.291.585 orang.

Baca Juga :   Secara Virtual, Ansar Ahmad Hadiri Wisuda Poltekkes Tanjungpinang

Sedangkan penerima vaksinasi ke-2 bertambah 463.085 orang dan totalnya meningkat melebihi 118 juta orang atau angka tepatnya 118.952.014 orang.

Serta penerima harian vaksin ke-3 bertambah 2.432 orang dengan kumulatif melebihi 1,3 juta orang atau 1.336.042 orang. Untuk target sasaran vaksinasi berada di angka 208.265.720 orang.

Lebih lanjut, melihat perkembangan penanganan per provinsi, terdapat 5 provinsi menambahkan pasien sembuh harian tertinggi. Provinsi DKI Jakarta menambahkan 164 orang dan kumulatif 852.696 orang, diikuti Kepulauan Riau (Kepri) menambahkan 104 orang dan kumulatif 52.536 orang, Jawa Timur menambahkan 19 orang dan kumulatif 370.420 orang, Bangka Belitung menambahkan 12 orang dan kumulatif 50.910 orang serta Jawa Barat menambahkan 11 orang dan kumulatif 693.878 orang.

Lalu, pada penambahan kasus terkonfirmasi positif harian terdapat 5 provinsi dengan angka tertinggi. Yakni di DKI Jakarta menambahkan 554 kasus dan kumulatif 869.643 kasus, diikuti Jawa Barat menambahkan 104 kasus dan kumulatif 709.397 kasus, Banten menambahkan 88 kasus dan kumulatif 133.242 kasus, Jawa Timur menambahkan 21 kasus dan kumulatif 400.312 kasus serta Jawa Tengah menambahkan 10 kasus dan kumulatif 487.093 kasus.

Baca Juga :   Kepri Bakal Punya RSJ: Pasien Gangguan Jiwa Tidak Perlu ke PekanbaruĀ 

Selain itu, per hari ini terdapat 6 provinsi yang menambahkan kasus kematian. Terdapat 2 provinsi masing-masing menambahkan 2 kasus diantaranya Jawa Barat dengan kumulatif 14.761 kasus dan Banten dengan kumulatif 2.696 kasus.

Sementara 4 provinsi lainnya masing-masing menambahkan 1 kasus yaitu diantaranya Jawa Tengah dengan kumulatif 30.297 kasus, Jawa Timur dengan kumulatif 29.758 kasus, DKI Jakarta dengan kumulatif 13.611 kasus dan Nusa Tenggara Timur dengan kumulatif 1.351 kasus.

Samping itu, hasil uji per hari jejaring laboratorium berbagai wilayah, jumlah kumulatif spesimen selesai diperiksa mencapai 66.895.574 spesimen. Terdiri dari spesimen positif (kumulatif) sebanyak 7.912.078 spesimen dan spesimen negatif (kumulatif) sebanyak 57.312.268 spesimen.

Positivity rate spesimen (NAA dan Antigen) harian di angka 0,53% dan positivity rate spesimen mingguan (2 – 8 Januari 2022) di angka 0,21%. Sementara spesimen invalid dan inkonklusiv (per hari) berjumlah 31 spesimen.

Baca Juga :   Melalui Vicon, Lamidi Hadiri Rakor Penanggulangan Pandemi dan Bahaya Omicron

Untuk jumlah orang yang diperiksa per hari ini ada 198.375 orang dan kumulatif 45.155.645 orang. Lalu pada hasil terkonfirmasi negatif jumlah kumulatif meningkat menjadi 40.885.905 orang termasuk tambahan hari ini sebanyak 197.525 orang.

Sementara positivity rate (NAA dan Antigen) orang harian di angka 0,43% dan positivity rate orang mingguan (2-8 Januari 2022) di angka 0,19%. Secara sebaran wilayah terdampak masih berada di 34 provinsi dan 510 kabupaten/kota

Editor: Budi Adriansyah
Sumber: Tim Komunikasi Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional