Diskominfo Kepri Ajak Masyarakat Beralih ke TV Digital

cMczone.com – Kepala Dinas Komunikasi dan informatika (Kominfo) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Hasan, mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk segera beralih dari siaran Televisi Analog ke Televisi Digital.

Selain hasil siarannya jernih, tajam dan canggih, juga sangat hemat, karena tanpa membayar iuran bulanan alias gratis.

“Saya, mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk segera beralih TV Analog ke TV Digital, sesuai instruksi Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kominfo. Siap-siap, mulai tanggal 30 April 2022 ini, siaran TV Analog di Kepri, yakni di Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun, akan dihentikan,” ungkap Hasan.

Hal itu disampaikan Hasan, saat dialog sosialisasi peralihan TV Analog ke TV Digital, yang ditayangkan secara langsung pada siaran Digital Indonesia, Kemenkominfo TV dan YouTube, bersama Staf Khusus Menkominfo Rosarita Niken Widiastuti, dan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri Henky Mohari, Kamis (8/4/2022) di Gedung LAM (Lembaga Adat Melayu), Kota Batam.

Dialog ini, juga dirangkai dengan Pertunjukan Rakyat “Celoteh Melayu” Pak Mad Pantun, yang berisi pesan tentang pentingnya peralihan dari TV Analog ke TV Digital sebelum batas akhir penghentian pada bulan November 2022 mendatang.

Baca Juga :   TVRI Bagikan STB Gratis untuk Masyarakat Tak Mampu di Natuna

Dengan demikian, lanjutnya, masyarakat tidak bisa lagi menonton siaran-siaran yang selama ini mereka saksikan, seperti sinetron mau pun ceramah agama atau siaran lainnya.

Kecuali beralih ke TV Digital. Agar tidak kaget, sosialisasi terus dilakukan Diskominfo Kepri, mulai dari mengadakan sosialisasi kepada seluruh Kepala Dinas Kominfo se-Kepri, hingga memberikan informasi sederhana ke tengah masyarakat.

“Jika siaran sudah dihentikan oleh Pemerintah Pusat, jangan nanti ribut. Sebelum itu dilakukan, segeralah beralih, terutama untuk masyarakat Batam, Tanjungpinang, Bintan dan Karimun,” kata Hasan.

Hasan menyebutkan, khusus untuk masyarakat kurang mampu, Pemerintah Pusat akan memberikan alat khusus untuk mendapatkan siaran TV Digital tersebut.

Alat itu disebut Set Top Box (STB). Kriteria masyarakat kurang mampu yang akan menerima STB secara gratis sudah ditentukan oleh Pemerintah Pusat, dengan mengacu kepada ketentuan Kementerian Sosial.

Baca Juga :   ASO: Upaya Hilangkan Persoalan Interfrekuensi Daerah Perbatasan

Sementara Staf Khusus Menkominfo Rosarita Niken Widiastuti menjelaskan, bahwa Pemerintah Pusat memutuskan untuk peralihan dari TV Analog ke TV Digital ini, bertujuan untuk membebaskan ruang frekuensi yang banyak terpakai oleh siaran TV Analog.

 TV Analog sangat boros frekuensi, sehingga tersisa sedikit saja frekuensi yang tersisa untuk pengembangan teknologi internet generasi kelima atau 5G.

Sementara, Indonesia sangat mendesak peningkatan teknologi digital untuk seluruh wilayah, sebagaimana yang telah dicapai oleh negara-negara luar.

“Kita tidak bisa dengan cepat melakukan peningkatan teknologi digital, karena frekuensi sudah habis terpakai oleh TV Analog. TV Analog  memakan pita frekuensi 700 MHz sebanyak 328 MHz. Apabila beralih ke TV Digital, maka frekuensi yang dibutuhkan hanya 176 MHz. Sehingga, sisanya bisa digunakan untuk teknologi digital lainnya,” jelas Niken.

Niken menyebutkan, ada empat keuntungan beralih ke TV Digital, yakni gratis tidak ada pungutan iuran, mendapat gambar yang jernih, mendapatkan beragam fitur tambahan, tidak memerlukan parabola atau frekuensi radio. Cukup dengan antena UHF ditambah STB, maka TV Digital sudah bisa dinikmati.

Baca Juga :   Cegah Berita Hoak, Whatsapp Ciptakan Fitur Terbaru

Sedang untuk kesiapan penyiaran lokal di Kepri,  Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri Henky Mohari menyebutkan, sudah dimulai sejak Tahun 2019 lalu, bersiaran secara analog dan digital sekaligus.

“Sosialisasinya bahkan sudah kami lakukan sejak 2018 hingga sekarang. Sehingga, TV-TV lokal di Kepri sangat siap dengan migrasi dari TV Analog ke TV Digital ini. Sebanyak 10 TV lokal yang ada di Kepri sudah sebagian besar beralih ke TV Digital. Siaran-siarannya juga sudah ada, seperti siaran khusus anak, siaran khusus olahraga dan lainnya,” jelas Henky.

Siaran TV Analog adalah siaran televisi yang menggunakan variasi voltase dan frekuensi dari sinyal.

Sedangkan TV Digital adalah siaran televisi yang menggunakan sinyal digital, sehingga menghasilkan gambar dan suara yang lebih baik.

Editor: Budi Adriansyah