Bukittinggi – Balai Latihan Kerja (BLK) Payakumbuh kembali menggelar pelatihan berbasis kompetensi melalui Pelatihan Menjahit Pakaian Wanita Dewasa (240 JP) yang dilaksanakan di Kelurahan Aur Kuning, Kecamatan ABTB, Kota Bukittinggi, dalam program Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut merupakan aspirasi atau Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, H. Rafdinal, SH, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kompetensi masyarakat dan penguatan sektor usaha mikro berbasis keterampilan.

Turut hadir dalam pembukaan kegiatan Ketua DPRD Kota Bukittinggi Syaiful Efendi, Anggota DPRD Sumbar H. Rafdinal, unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta peserta pelatihan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Firdaus Firman, S.IP., M.E., yang diwakili Kepala BLK Payakumbuh H. Satri Edi, S.Sos, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri.
Menurutnya, pelatihan yang diberikan tidak hanya bertujuan menghasilkan tenaga kerja terampil, tetapi juga menumbuhkan jiwa kewirausahaan sehingga peserta mampu membangun usaha secara mandiri.

“Kami berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Setelah selesai, jangan lagi berpikir hanya mencari pekerjaan, tetapi bagaimana mampu menciptakan pekerjaan bagi diri sendiri maupun orang lain,” ujar H. Satri Edi.
Ia menambahkan, program pelatihan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, yaitu “Sumatera Barat Madani, Unggul dan Berkelanjutan.” Salah satu implementasinya adalah meningkatkan kualitas SDM yang produktif, mandiri, dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui sektor kewirausahaan.
Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan dunia kerja yang semakin ketat, kata Satri Edi, keterampilan menjahit memiliki prospek usaha yang cukup menjanjikan. Kebutuhan masyarakat terhadap jasa konveksi, pembuatan busana, seragam sekolah, pakaian kerja hingga busana muslim terus meningkat sehingga membuka peluang usaha yang luas.

“Pelatihan BLK tidak hanya mencetak peserta yang memiliki kompetensi, tetapi juga mendorong mereka menjadi entrepreneur. Setelah memiliki sertifikat kompetensi, peserta juga akan kami dorong dan fasilitasi dalam pengurusan legalitas atau izin usaha agar usahanya dapat berkembang lebih profesional,” katanya.
Ia menegaskan, indikator keberhasilan pelatihan bukan sekadar banyaknya peserta yang dilatih, tetapi seberapa banyak alumni yang mampu bekerja atau membuka usaha sendiri.
Sementara itu, Anggota DPRD Sumbar H. Rafdinal, SH berharap program pelatihan berbasis kompetensi seperti ini terus diperluas karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dalam meningkatkan keterampilan sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Melalui pelatihan menjahit ini, diharapkan lahir pelaku-pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung terwujudnya pembangunan ekonomi Sumatera Barat yang madani, unggul, dan berkelanjutan.







