Pelatihan Langka Butuh Kompetensi Khusus Serta Alat Memadai, BLK Payakumbuh Gelar Pelatihan Teknisi Hanphone

cMczone.com– Unit pelaksana teknis dinas balai latihan kerja (BLK) Payakumbuh menggelar Pelatihan Telepon Seluler Perangkat Keras (220 JP) di Jorong Kajai Pisik, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi tenaga kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sumatera Barat Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Agam, Wali Nagari Manggopoh, serta instansi terkait lainnya. Program pelatihan ini merupakan aspirasi atau pokok pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Fraksi PKS, H. Rafdinal, SH, dalam upaya meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong lahirnya entrepreneur baru di Sumatera Barat.

Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Kepala BLK Payakumbuh H. Satri Edi, S.Sos yang mewakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sumbar Firdaus Firman, S.IP., M.E.

Dalam sambutannya, H. Satri Edi mengatakan bahwa pelatihan teknisi telepon seluler perangkat keras merupakan salah satu program pelatihan yang cukup jarang dilaksanakan karena membutuhkan kompetensi khusus dan peralatan pendukung yang memadai.

Baca Juga :   Tim Penilai Provinsi Sumbar Kunjungi Kelurahan NDB, Disambut Tari Barongsai, Silek, dan Carano

“Pelatihan Telepon Seluler Perangkat Keras (220 JP) ini termasuk pelatihan yang jarang sekali diadakan. Untuk itu gunakanlah kesempatan ini sebagai upaya untuk mengembangkan diri dalam menjadi entrepreneur yang mandiri,” ujarnya.

Ia menegaskan, pelatihan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yaitu “Sumatera Barat Madani, Unggul dan Berkelanjutan”, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, serta mampu mandiri secara ekonomi.

Menurutnya, kondisi ekonomi dan persaingan kerja saat ini menuntut masyarakat memiliki keterampilan yang mampu langsung diterapkan dalam dunia usaha maupun dunia kerja.

“Sekarang ini masyarakat tidak bisa hanya bergantung mencari pekerjaan, tetapi juga harus mampu menciptakan peluang usaha sendiri. Dunia entrepreneur menjadi kebutuhan penting untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” katanya.

Baca Juga :   DPC Gerindra PayakumbuhBuka Donasi Untuk Korban Gempa Pasaman Barat, H.Nurkhalis Dt.Bijo Dirajo: Sebagian Sudah Kami Salurkan !

Ia menjelaskan, perkembangan teknologi dan tingginya penggunaan telepon seluler di tengah masyarakat membuka peluang usaha yang sangat potensial di bidang servis dan perbaikan perangkat elektronik.

“Kami berharap seluruh peserta bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini hingga selesai, sehingga cita-cita melahirkan 100 ribu entrepreneur baru di Sumbar dapat terwujud,” tambahnya.

H. Satri Edi juga menegaskan bahwa pelatihan BLK tidak hanya bertujuan mencetak peserta yang memiliki keterampilan teknis, tetapi juga mampu menciptakan usaha mandiri setelah menyelesaikan pelatihan.

“Pelatihan BLK tidak hanya mencetak peserta terampil, tetapi juga mendorong mereka untuk langsung membuka usaha. Setelah pelatihan tidak boleh lagi ada yang menganggur, minimal peserta sudah mampu memulai usaha sendiri,” tegasnya.

Baca Juga :   Pemuda Sakai Hermansyah Tanggapi Kritis Proyek Jembatan Pakning-Bengkalis

Bahkan, lanjutnya, peserta yang telah menyelesaikan pelatihan dan memiliki sertifikat kompetensi nantinya juga akan dibantu dalam pengurusan legalitas usaha agar dapat berkembang lebih baik dan profesional.

“Setelah pelatihan dan memiliki sertifikat kompetensi akan kita bantu untuk membuat izin usahanya,” ujar Satri Edi.

Menurutnya, indikator utama keberhasilan sebuah pelatihan bukan hanya jumlah peserta yang dilatih, tetapi sejauh mana alumni mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk bekerja maupun membuka lapangan usaha baru.

“Bukan seberapa banyak yang dilatih, tapi seberapa banyak tamatan yang berhasil memanfaatkan ilmunya,” tutupnya.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berharap dapat melahirkan tenaga kerja kompeten sekaligus entrepreneur muda yang kreatif, inovatif, dan mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara berkelanjutan sesuai arah pembangunan Sumatera Barat yang madani, unggul dan berkelanjutan.