oleh

Wali Nagari Sungai Balantiak : Keprihatinan Masyarakat Yang di ‘ Hondoh ‘ Angin Ribut Seminggu Yang Lalu dan Belum Mendapat Perhatian !

Limapuluh Kota, (cmczone.com) – Nagari Sungai Balantiak menurut legenda asal usulnya berasal dari kata sumalantiak yang artinya sumur yang dulunya banyak binatang ‘ itiak ‘ atau bebek.

Nagari Sungai Balantiak terdiri dari dua buah Jorong , yaitu : Jorong Ateh dan Jorong Bawah.

Nagari ini berada di Kecamatan Akabiluru Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat.

Nagari Sungai Balantiak berjarak 3 Km dari Ibukota Kecamatan , 34 Km dari Ibukota Kabupaten 50 Kota Sarilamak.

Jumlah Penduduk Nagari Sungai Balantiak sebanyak 1,370 jiwa ( 2018 ).

Seminggu yang lalu di hari Rabu , 31 Maret 2021 sore ( Ba’da Ashar ) telah terjadi angin ribut yang mengakibatkan kerugian yang tidak sedikit untuk ukuran masyarakat Nagari sungai Balantiak.

Baca Juga :   Gubernur Sumbar Kukuhkan Pengurus Perwanaliko Periode 2021 - 2025

Jumat dinihari ( menjelang subuh ), 2 April 2021 angin ribut yang lebih besar menambah elegi penderitaan bagi masyarakat setempat.

Wali Nagari Sungai Balantiak Dt.Tuduang yang dihubungi awak media , Kamis 8 April 2021 diKantornya yang juga tertimpa musibah angin ribut yang menerbangkan sebagian atap Kantor Wali Nagari yang baru digunakan selama 3 tahun dan sekarang menumpang di Bangunan milik Posyandu Nagari.

‘ Dalam pelayanan kepada masyarakat Nagari , kami sekarang meminjam gedung Posyandu.

Aset aset yang ada di Kantor Nagari sudah kami pindahkan ketempat yang aman.

Untuk perbaikan belum bisa kami lakukan , karena kami dikantor Nagari tidak ada kas ‘ ungkap Pak wali nagari kepada awak media.

Baca Juga :   33 Ton Manggis Asal Padang Telah di Ekspor ke China

Dari Pantauan media di lapangan , terdapat sekurangnya 20-an Rumah bergonjong yang rusak berat , 100-an rumah lainnya mengalami rusak sedang dan ringan , termasuk salah satunya Kantor Wali Nagari Sungai Balantiak.

Ibuk Yuliar dan Ibuk Yulianis , mewakili masyarakat lainnya yang rumahnya mengalami rusak berat sehingga tidak bisa lagi untuk di huni dan sekarang harus menumpang di rumah sanak familinya , mengatakan ‘ Rumah ambo Iko adolah satu satunya tompek kami tinggal dan kini ambo indak Ado pitih untuak mamelokannyo ( Rumah ini satu satunya tempat kami tinggal dan kami kekurangan biaya untuk memperbaikinya ) ‘ keluh mereka kepada media dengan raut sedih berbalut tangis menahan isak.

Baca Juga :   Polda Sumbar Libatkan Ribuan Personel dalam Operasi Ketupat Singgalang

‘ Kami dan Masyarakat Nagari Sungai Balantiak sangat mengharapkan perhatian dan bantuan dari masyarakat dan pemerintah , karena sampai saat ini belum ada bantuan yang turun sampai ke Nagari Sungai Balantiak ‘ Pungkas Wali Nagari Sungai Balantiak Dt.Tuduang.Dt.Tuduang.

 

Penulis : SUKRIANTO

Editor. : Riki Hidayat

Komentar

Berita Lainnya