Pemerintah Pastikan Ekonomi Nasional Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global

Jakarta – cMczone.com, Pemerintah memastikan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap solid dan terkendali, meskipun pasar saham mengalami koreksi dan kondisi global tengah bergejolak.
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.

“Ekonomi Indonesia tetap berada pada jalur yang sehat. Fluktuasi pasar saham adalah hal yang wajar, tapi indikator makro kita kuat dan terkendali,”
ujar Menkeu kepada wartawan, Rabu (5/11).

IHSG sempat mengalami penurunan sekitar dua persen pada awal pekan ini akibat tekanan eksternal dari pelemahan mata uang regional dan penyesuaian suku bunga global.
Namun, pemerintah menilai koreksi tersebut tidak mencerminkan melemahnya ekonomi nasional, justru menjadi kesempatan untuk memperkuat stabilitas dan memperluas partisipasi publik dalam investasi jangka panjang.

Baca Juga :   Ansar Ahmad: Tidak Ada Kegiatan DAK Fisik dan Dekonsentrasi yang Stagnan

Prabowo: Ekonomi Rakyat Harus Jadi Fokus Utama

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya fokus pada indikator keuangan, tetapi juga memastikan ekonomi rakyat tetap bergerak dan terlindungi.

“Kita boleh bicara angka, tapi yang paling penting adalah rakyat. Selama warung hidup, petani menanam, dan nelayan melaut, ekonomi Indonesia akan tetap berdiri,”
tegas Prabowo di hadapan para menteri ekonomi.

Presiden juga menyoroti pentingnya kemandirian pangan dan energi sebagai benteng utama dalam menghadapi ketidakpastian global.
Program ketahanan pangan dan hilirisasi industri dinilai menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan ekonomi nasional di masa depan.

Optimisme Pemerintah: Inflasi Terkendali, Investasi Meningkat

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi nasional Oktober 2025 berada pada kisaran 2,76 persen (yoy), masih dalam rentang sasaran Bank Indonesia.
Selain itu, realisasi investasi kuartal III mencapai Rp 396 triliun, naik 9,8 persen dibanding periode sebelumnya.

Baca Juga :   KUD Tunas Bakti Mandiri Terbentuk Dengan Semangat Bersama dan Gotong Royong

Pemerintah menyebut capaian tersebut sebagai bukti nyata bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih tinggi, terutama sejak kabinet baru di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran mulai menjalankan agenda stabilitas ekonomi dan reformasi birokrasi.

“Kita tidak akan biarkan ekonomi dikendalikan ketakutan. Pemerintah harus hadir menjaga stabilitas, melindungi rakyat, dan memberi rasa aman kepada pelaku usaha,”
kata Menko Airlangga.

Rakyat Jadi Tolak Ukur

Kementerian Keuangan menegaskan, program bantuan sosial, subsidi pangan, dan digitalisasi UMKM akan terus diperkuat agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Pemerintah menargetkan hingga akhir 2025, 15 juta UMKM sudah terhubung ke platform digital nasional “Satu Gerai, Satu Platform” untuk memperluas akses pasar.

Baca Juga :   Roby Kurniawan Lepas Ekspor 9,5 Ton Komoditas Olahan Ikan ke Australia

“Stabilitas ekonomi bukan hanya urusan pasar modal, tapi soal perut rakyat. Selama rakyat sejahtera, negara akan kuat,”
ujar Prabowo menutup arahannya.

Analisis Redaksi cMczone.com : Langkah pemerintah menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global mencerminkan pendekatan ekonomi berdaulat dan pro-rakyat yang menjadi ciri khas pemerintahan Prabowo.
Konsistensi dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan pemerataan menunjukkan arah baru pembangunan yang lebih menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

cMczone.com – Inspirasi Membangun Negeri
Suara keadilan, kerja nyata, dan harapan rakyat.