oleh

Negeriku Sayang Negeriku Malang

Pariaman,(cMczone.com) – Dengan di coret nya pokok pikiran/aspirasi dewan, pembangunan berskala kecil yang langsung menyentuh masyarakat jangan diharapkan lagi. Terutama untuk wilayah utara yang meliputi 4 kecamatan,sungai limau,batang gasan, sungai garinggiang dan IV koto aur malintang.

Memang selama ini pembangunan di wilayah tersebut banyak bersumber dari aspirasi anggota dprd melalui pokok pikirannya,berbeda dgn wilayah selatan yg banyak pembangunan bersumber dari dana pusat serta provinsi.

Loading...

Masalah Ini semua tidak terlepas dari kebijakan pimpinan daerah yang memaksakan kehendak nya untuk melaksanakan pembangunan yg tidak menjadi prioritas di dalam rancangan anggaran daerah.
Seperti pembangunan tarok city, pendopo bupati, mesjid raya dll sebagainya.dan pembangunan tersebut sangat menyedot anggaran daerah sehingga membuat keuangan daerah menjadi defisit.
Padahal pendapatan asli daerah kita sangat minim sehingga lebih besar pasak dari pada tiang..

Mungkin pembangunan mercusuare tersebut diatas belum lah terlalu di butuhkan oleh masyarakat di karenakan banyak pembangunan berskala kecil yg sangat di butuhkan masyarakat,seperti pembangunan drainase, irigasi sawah,bedah rumah bagi keluarga yg kurang mampu,bantuan bibit atau alat pertanian serta perikanan,bantuan untuk umkm serta pelatihan, pembangunan objek wisata yg dapat meningkatkan sumber pendapatan masyarakat dan daerah serta peningkatan seni budaya,olahraga dan agama bagi generasi muda..

Tapi nasi telah jadi bubur, ketok palu apbd perubahaan telah disah kan di hotel rocky padang antara pihak esekutif dan legislatif.
Keputusan sudah bulat, seluruh aspirasi/ pokok pikiran anggota dprd di hapuskaan sampai waktu yang belum di tentukan…

Penulis yang selama ini ikut mengamati serta ikut mendorong pembangunan ke wilayah utara terkhusus 4 kecamatan tadi sangat paham juga arah pembangunan daerah ini. Untuk anggaran pusat APBN dan APBD provinsi boleh dikatakan sangat sangat minim di arahkan ke wilayah utara yang meliputi empat kecamatan sungai limau,batang gasan, sungai garinggiang dan IV koto aur malintang.
Ini bukan hoaxs, kita boleh duduk semeja, dimana saja pembangunan yg melalui dana pusat dan provinsi serta pembangunan yang diprioritaskan oleh bupati serta perangkat daerahnya.. paling juga dana nagari dan pokok pikiran dewan yg selama ini bisa dilaksanakan….

Untuk itu penulis mengajak seluruh tokoh masyarakat baik ranah dan rantau, terutama wilayah utara untuk dapat serta bersatu padu mendorong serta mengajak pemerintah daerah melaksanakan pembangunan yang bersentuhan dengan masyarakat.

Apalagi menjelang pilkada,banyak kepentingan kepentingan sesaat yg dilakukan para bakal calon pimpinan daerah, sehingga masyarakat terbuai oleh janji janji manis yang pada ahkirnya menyengsarakan masyarakat…

By RUDY KOTO (PENGAMAT KAMPUNG)

Komentar

Berita Lainnya