oleh

Takdir Politik Apri Sujadi

Oleh: Suyono Saeran (11 September 2020)

Saya mengenalnya 20 tahun yang lalu sebagai anak muda yang gigih. Saat itu gemuruh perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sedang membakar dada anak-anak muda di Tanjungpinang, Bintan, Karimun, Natuna, Lingga dan Anambas.

Tak terkecuali anak muda yang kini sudah menginjak usia 43 tahun ini. Dia adalah Apri Sujadi, lelaki muda yang kini duduk sebagai Bupati Bintan.

Saat itu dia bersama Aziz Martindas, Hasan, Basarudin Idris, Sumantri dan mahasiswa lainnya menggebrak meja Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau yang dipimpin drh. Chaidir, agar mensetujui pembentukan Provinsi Kepri.

Darah perjuangan mereka mendidih. Semangat mereka memenuhi kepalan tangan. Bagi mereka tiada hari tanpa orasi. Tiada hari tanpa demonstrasi di DPRD dan Kantor Gubernur Riau. Rasa takut dia campakan. Loby sana sini dia jalankan. Tujuan hanya satu dia pekikkan, “DPRD dan Gubernur Riau harus rela melepas Kepri menjadi provinsi sendiri.”

Apri Sujadi dan anak muda lainnya tidak hanya berhenti di situ. Gaung perjuangan Provinsi Kepri harus punya gaung secara nasional. Bersama para tokoh perjuangan yang tergabung dalam Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) mereka “ngluruk” ke Jakarta.

Berbulan bulan dia mengubek-ubek Kantor Menteri Dalam Negeri (Mendagri), DPR-RI dan Istana. Tujuannya sama. Pemerintah pusat segera membentuk dan mengesahkan pembentukan Provinsi Kepri.

Berbagai cara dia lakukan agar bisa bertahan berjuang di Jakarta. Salah satunya makan apa adanya, tidur sekedarnya dan berhemat dari tenaga yang tersisa.

Baca Juga :   Habiburrahman | Fenomena Golput Serang Kota Pekanbaru

Baginya perjuangan harus terus dilakukan. Karena mereka yakin sejarah akan mencatatnya, bahwa mereka tidak tidur ketika pekik perjuangan itu menggema memenuhi langit Jakarta. Mereka di garda depan ketika pentungan dan tembakan membelah Jakarta, menghalau aksi yang mereka lakukan.

Setelah Gubernur Riau Saleh Djasit luluh, Jakarta menyerah dan Provinsi Kepri terbentuk mereka para anak muda itu pulang kampung. Mereka menjalani takdirnya masing-masing.

Waktu kemudian mencatat. Apri Sujadi yang banting setir ke dunia politik, hanya dalam waktu beberapa tahun berhasil menunjukkan jati dirinya sebagai seorang politisi hebat.

Melalui Partai Demokrat pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009, lelaki kelahiran 12 April 1977 ini terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan.

Karena kemampuan dan jiwa kepemimpinan yang dia miliki, Apri dipercaya menduduki tampuk pimpinan sebagai Wakil Ketua DPRD Bintan.

Sukses mengemban tugas sebagai Anggota DPRD Bintan, pada Pemilu 2015 lelaki alumni Fakultas Ilmu Pemerintahan Universitas Riau (UNRI) ini ikut dalam kontestasi Pemilihan Legislatif (Pileg) untuk DPRD Provinsi Kepri, daerah pemilihan Bintan-Lingga.

Di sini kemampuannya teruji. Dan itu dia buktikan bahwa dia seorang politisi yang tangguh. Pada Pileg tahun 2015 melalui Partai Demokrat, Apri Sujadi berhasil mendulang suara cukup besar dan menghantarkannya sebagai Wakil Ketua DPRD Kepri.  Dia juga dipercaya untuk menjadi Ketua Partai Demokrat Provinsi Kepri.

Jalan politik yang dia tempuh nampaknya kian memberikan kesempatan yang sangat terbuka untuk berkiprah lebih jauh. Karena itu ketika pemilihan Bupati Bintan tahun 2015, dia memutuskan mundur dari jabatan Wakil Ketua DPRD Kepri dan memutuskan bertarung di Pemilihan Bupati (Pilbub) Bintan.

Baca Juga :   Direktur SELARAS; Herman Susilo, Riau Bersiap Hadapi Pilkada Serentak 2020

Takdir politik ternyata memang sedang berpihak pada suami Deby Mariyanti ini. Pada Pilbub Bintan 2015, mantan Ketua Yayasan PETA Tanjungpinang ini, terpilih sebagai Bupati Bintan periode 2015-2020. Dengan slogan “Bintan Gemilang” dia berhasil mendulang suara yang cukup besar yang menghantarkannya sebagai Bupati Bintan.

Selama menjabat sebagai Bupati Bintan, Apri juga cukup punya prestasi yang luar biasa. Bintan yang sudah maju semasa dipoles jaman H. Ansar Ahmad, SE, MM, sebagai bupati, dengan program Bintan Gemilang, Apri membuat Bintan kian moncer. Jalan Lintas Timur dibangun, Bundaran KM 16 dia hadirkan, Jembatan Penghujan dia selesaikan dan Stadion Busung dihadiahkan untuk masyarakat Bintan.

Tidak hanya itu, Apri Sujadi juga tunjukkan dirinya sebagai kepala daerah yang punya visi ke depan. Karena itu dia dorong percepatan pembangunan Bandara Tambelan yang akhirnya selesai dan diresmikan penggunaanya pada Agustus 2020 oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Tidak hanya itu, untuk memoles Kota Kijang sebagai kota sejarah dimana PT Antam pertama kali mengeksploitasi tambang bauksit di Bintan, Apri membangun Air Mancur warna warni di Taman Kota Kijang.

Di kota ini juga dia sediakan Gedung Bintan Comunity Centre (BCC) dan gedung perkantoran yang baru yang menunjang berbagai aktivitas pemerintahan dan masyarakat.

Di bidang sosial dan kemasyarakatan Apri selama menjabat jadi Bupati Bintan melakukan pemberdayaan masyarakat di semua lini dan infrastruktur kecil dan menengah dia penuhi demi terciptanya masyarakat Bintan yang makmur dan sejahtera.

Baca Juga :   Cara Menangani Kecanduan Narkoba Pada Orang Terdekat

Program seragam sekolah gratis untuk SD dan SMP merupakan program pertama kali yang digagas Apri Sujadi di wilayah Provinsi Kepri.

Program itu akhirnya diikuti oleh kota dan kabupaten lainnya. Tidak hanya itu, untuk membantu masyarakat kurang mampu, Apri Sujadi yang penghobi bersepeda ini juga mengeluarkan kebijakan berobat gratis.

Masyarakat Bintan kurang mampu cukup bermodal Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk bisa berobat secara gratis ke Puskesmas dan rumah sakit.

Apri yang berperawakan tinggi dan bersuara berat ini juga dikenal cukup religius. Dia juga sangat peduli terhadap perkembangan agama Islam di Bintan. Karena itu Apri membangun rumah tahfidz di tiap kecamatan beserta Sumber Daya Manusia (SDM) ustadz pengajar yang sudah hafidz Al Qur’an.

Berbagai program bantuan seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), insentif RT/RW, guru ngaji dan sebagainya terus dia tingkatkan.

Baginya, Bintan adalah rumahnya. Masyarakat Bintan adalah anggota keluarganya yang harus terus dia perjuangkan untuk mencapai kesejahteraan.

Karena itu, Apri Sujadi tiada henti berkeliling menyapa masyarakat di Bintan. Kadang dia sehabis sholat subuh singgah sebentar di rumah masyarakat yang sederhana di pinggir pelantar sambil ngopi dan berbagi cerita bersama.

Tidak lupa dia serahkan bantuan untuk mereka yang memerlukan agar Bintan Rumah Kita menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang. Kediaman yang hangat bagi siapa pun untuk menebarkan kebahagiaan dan keceriaan.

“Bintan Rumah Kita, mari lanjutkan kegemilangan bersama Apri Sujadi-Roby Kurniawan.”

Komentar

Berita Lainnya