oleh

Margi Santoso | Fenomena Pasca PILPRES

Pekanbaru,(cMczone.com) – Pasca pilpres, pendukung 02 menyikapi situasi saat ini dgn pandangan dan sikap yg beragam. Paling tidak bisa dikelompokkan menjadi Tiga :

1. Yang sudah lempar handuk.
QC dari banyak lemba survey yang jadi penyebab utama. “Tak masuk akal jika mereka mempertaruhkan kredibilitas lembaganya dengan berdusta”. “Lembaga-lembaga yang selama ini dianggap ‘dekat’ dgn 02 saja memenangkan 01”. “Dalam bekerja lembaga survey mempunyai metodelogi yang bisa dipertanggungjawabkan”.
Itulah yg menjadi alasan bg mereka untuk menerima kenyataan bahwa 02 kalah. Mereka2 ini, krn sdh terima kalah, jg sdh tidak terlalu peduli lagi dengan perkembangan situasi terkini seperti terungkapnya fakta tentang adanya kecurangan, baik di TPS maupun diproses perhitungan suara.
Sebagian dari kelompok ini bahkan sudah mengucapkan selamat pada 01.

2. Yang masih berharap, menunggu dan berjuang semoga 02 akhirnya menang.
Dalam otaknya, mereka sdh melihat peluang 02 utk menang terbilang kecil, tapi masih ada. 300 ribu lebih Data C1 yg diklaim oleh Prabowo benar-benar menjadi pelecut semangat mereka. Walau data C1 tsb tidak pernah dibuka secara luas ke publik, tp hal ini seperti sebuah ‘titik terang diujung gelap’.
Ciri utama dan yg paling penting dr klmpok ini adalah mereka belum menyerah kalah. Dugaan manipulasi dan kecurangan, terus mereka ungkap, sembari berharap data C1 tersebut benar adanya. Jumlah mereka banyak, bahkan yang terbanyak diantara 3 kelompok ini.
Kelompok inilah yg meramaikan jagad maya dan pemberitaan. Kelompok ini jglah siap bersitegang urat leher, kehabisan paket, kehilangan kawan dan sahabat demi menjelmakan setitik cahaya itu mnjadi mentari. Rekapitulasi manual yg sdg berjalan yg memperlihatkan bahwa saksi 02 memang memiliki C1 yg valid, lengkap dan ‘siap diadu’ semakin memperbesar harapan mereka bahwa data itu benar-benar ada.

Baca Juga :   Contoh Surat Pernyataan Kepala Biro Media

3. Yang yakin dan tahu bahwa 02lah pemenangnya.
Kenapa dibedakan antara ‘yakin’ dan ‘tahu’? Karena walaupun sikap mereka seragam, namun basis atau latar belakang dr sikap tersebut berbeda. Yang yakin berasal dr orang-orang yang percaya pada pada kejujuran dr org2 yg tahu. Ketika si A berkata 02 menang dan si A ini dikenal jujur dan memang tahu, maka yg mendengar akan yakin bahwa 02 memang menang. Lalu yg tahu bgm? Siapa mereka? Merekalah sedikit orang yang seluruh jiwa raga mereka 100% memang tahu persis bahwa C1 itu ada dan memenangkan 02.

Jumlah mereka tidak banyak. Tapi reputasi dan militansi kelompok inilah yang membuat kelompok kedua terus bersemangat mempertahankan ritme suara : #02menang.

Baca Juga :   Contoh Surat Pernyataan Kepala Perwakilan Media

Singkatnyaa..
Yang putus harapan.
Yang masih berharap.
Yang tahu persis 02 menang.

Bagamaan dengan pendukung 01? Entahlah. Tapi sedikit banyak dalam hal perbedaan sikap pasca pilpres, saya rasa mereka juga mengalami situasi yang tidak jauh berbeda.

by:Margi Santoso

Komentar

Berita Lainnya